Ganjar ingatkan pengelola dana bantuan agar tidak korupsi

id Ganjar Pranowo, tidak korupsi

Ganjar ingatkan pengelola dana bantuan agar tidak korupsi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan bantuan insentif pada para guru ngaji (ustad/ustadzah) di Ponpes Darul Ulum Kabupaten Batang. (Foto: Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan pengelola dana bantuan tidak mengorupsi bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah agar hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat.

"Tolong, pengerjaannya transparan. Hindari korupsi, hindari pungli, dan catat kualitas (pembangunannya)," kata Ganjar usai acara tatap muka bersama masyarakat di Kabupaten Batang, Kamis sore.

Menurut dia, selama ini masih banyak masyarakat yang belum tahu terhadap penggunaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), APBD, dan APB-Des sehingga mereka kini tahu setelah dikumpulkan dan diberikan penjelasan.

"Dana bantuan untuk bangunan jalan dan jembatan sudah menjadi hal yang biasa namun (dana bantuan) juga bisa digunakan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), seperti pada guru ngaji (ustaz/ustazah). Membangun fisik tidaklah cukup, tetapi kita juga perlu membangun mental dan spiritual pada manusia sebagai keseimbangan," katanya.

Di hadapan para santri dan guru ngaji, Ganjar mengatakan pemberian bantuan dana insentif pada para guru mengaji (ustaz/ustazah) adalah program yang dijanjikan dirinya bersama Taj Yasin saat berkampanye pada Pilgub Jateng.

"Saya dan Gus Yasin cuma ingin menepati janji kampanye memberikan dana insentif untuk peningkatan SDM (bagi para guru mengaji)," katanya.

Ia menyebutkan Pemprov Jateng telah menyediakan dana insentif kepada 171.173 ustaz/ustazah sebesar Rp205 miliar," katanya.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menitipkan kepada ustadz dan ustazah untuk semangat mengajarkan ilmu agama dan budi pekerti dari gempuran kemajuan teknologi, serta kejahatan yang mengerikan. 

"Gempuran yang mengerikan seperti narkoba, pornografi melalui HP Android, radikalisme, ujaran kebencian, dan hoaks. Ini menjadi tugas bersama untuk memeranginya," pintanya.

Ganjar juga mengajak kepada masyarakat memberikan hak suaranya pada Pemilu, 17 April 2019.

"Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, ajarkan mereka melakukan kebaikan dan menjaga kondisivitas agar Jawa Tengah adem dan aman," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar