Jaga persatuan, Yenny Wahid ajak Srikandi pendukung Jokowi-Ma'ruf tebar senyum

id Yenny Wahid, ajak Srikandi tebar senyum Pilpres

Jaga persatuan, Yenny Wahid ajak Srikandi pendukung Jokowi-Ma'ruf tebar senyum

Putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid saat menyampaikan ceramahnya disela doa bersama Srikandi di De Tjolomadoe Karanganyar, Selasa. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Karanganyar (ANTARA) - Putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, mengajak komunitas Srikandi Indonesia dan masyarakat lain pendukung paslon 01 Jokowi-Ma'ruf agar selalu menebar senyum untuk menjaga persatuan Indonesia.

"Kami kelompok yang menyebarkan senyuman dan kedamaian, bukan ketakutan, hal ini menjadi penting yang membawa kebahagian ini, yang akan memenangkan pada Pilpres 2019," kata Yenny Wahid, di sela acara Doa Bersama Srikandi Indonesia di De Tjolomadoe Karanganyar, Selasa.

Yenny mengatakan pada tanggal 17 April nanti datangi ke TPS -TPS dengan semangat silaturahmi dan tebar senyuman. kebaikan, bersaman dengan sesama warga apa pun pilihan mereka. Hal ini, karena persatuan yang paling penting, guyub, dan rukun sesama warga menjadi modal besar untuk membangun bangsa ke depan.

"Saya berharap doa bersama ini, bisa membawa kesejukan, bermanfaat luar biasa bagi bangsa kita ke depannya nanti. Saya juga pendukung paslon 01, menginginkan agar Allah mengambulkan doa kita bersama. Paslon 01 diberikan kemenangan, dan Indonesia tetap aman," kata Yenny.

Masyarakat tetap rukun dan guyub serta semua pihak akan legowo menerima hasil Pilpres nanti ke depannya. Dirinya ikut berpartisipasi menjadi peserta doa untuk menyejukan suhu yang sedang memanas ini.

Yenny mengatakan ada tiga hal yang menarik hatinya mengapa mendukung Jokowi pada Pilpres 2019, dan mengingatkan almarhum bapaknya. Jokowi yang pertama orangnya sederhana, dan tidak pernah aneh-aneh. Hal ini, menarik karena negara Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang sederhana cara berfikirnya.

Bagimana cara berfikirnya, kata dia, Jokowi mengetahui tugas seorang pemimpin adalah menghadirkan keadilan dan kesetaraan. Keadilan dan kesetaraan untuk rakyat agar mendapatkan akses hidup makmur dan sejahteraan. Keadilan untuk mendapatkan akses pendidikan sehingga masa depannya lebih cerah. Kesetaraan untuk apa, yakni mendapatkan rasa aman dari kesewenangan warga lainnya yang sering mengintimidasi atas nama agama.

Hal ini, kata dia, yang dicari pemimpin yang sederhana, dan tugasnya membawa kesejahteraan, keadilan, dan kesetaraan rakyatnya. Dia tidak pernah aneh-aneh, misalnya, seorang putrinya tidak diterima sebagai pegawai negeri sipil, tidak masalah. Ini seorang pemimpin yang mementingkan bangsa di atas kepentingan dirinya.

Meskipun, Jokowi badannya kurus, tetapi dia seorang pemberani yang luar biasa. Dia malah dihujat antek asing, dan aseng. Namun, Jokowi berani memberikan pesan kepada kekuatan asing bahwa tidak akan membiarkan kekuatan manapun untuk menaklukan kekuatan kedaulatan teritorial negara Indonesia.

Contohnya, Jokowi pergi ke Pulau Natuna dengan naik kapal perang. Pulau kecil itu, Jokowi tiba di Natuna hanya berwudhu, tetapi dia memberikan pesan jangan mengganggu atas wilayah Indonesia akan berhadapan dengan aku, hal ini yang dilakukan Jokowi.

"Negara yang dihadapi negara besar yakni China. Pulau Natuna tidak boleh diotak-atik, ini pesan Jokowi. Masyarakat tidak mengerti soal ini, Jokowi orang pemberani tetapi dibilang penakut," katanya.

Jokowi juga seorang pemimpin yang adil dan menyetarakan rakyat dari Sabang hingga Merauke. Jokowi menghadirkan keadilan dengan memastikan rakyat bisa sekolah dengan memberikan kartu Indonesia pintar, sehingga anak dari pedalaman yang tidak memiliki biaya sekolah sekarang mempunyai kesempatan bermimpi agar masa depannya lebih cerah.

Kartu Indonesia sehat juga dihadirkan sehingga semua warga negara mendapat hal sama untuk kesehatan. Negara hadir ketika rakyat menderita, negara melindungi ketika ada yang sedang merana.

Pada acar doa bersama juga dihadiri Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, Ustadz Yusuf Mansyur, sejumlah kiai, pimpinan Pondok Pesantren Solo Raya, dan ribuan orang Komunitas Srikandi Indonesia. 


 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar