Target penyaluran kredit Bank Victoria di Solo Rp175 miliar

id bank victoria

Target penyaluran kredit Bank Victoria di Solo Rp175 miliar

Pembukaan Bank Victoria Cabang Surakarta, Senin (25/3). (Foto: Aris Wasita)

Peningkatan kinerja bank umum konvensional di Soloraya ini lebih baik jika dibandingkan dengan Jawa Tengah yang mencapai 9,13 persen
Solo (ANTARA) - Bank Victoria menargetkan penyaluran kredit di Kota Solo mencapai Rp175 miliar seiring dengan ekspansi pasar di Kota Bengawan tersebut.

"Untuk Kota Solo target dana pihak ketiga minimal Rp150-200 miliar. Kredit biasanya menyesuaikan. dengan loan to deposit ratio (LDR) 90-100 persen, kredit bisa sampai Rp150-175 miliar. Ini masih dalam rasio aman," kata President Director Bank Victoria Ahmad Fajar pada pembukaan Kantor Cabang Bank Victoria di Solo, Senin.

Ia mengatakan dari sisi kredit, bank tersebut menyalurkan pembiayaan untuk sektor komersial dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Untuk plafon UMKM ini sampai dengan Rp15 miliar, di atas itu sudah termasuk sektor komersial," katanya.

Ia mengaku cukup optimistis dengan pasar Kota Solo mengingat pergerakan pengusahanya yang cukup dinamis.

Selain itu, katanya, jumlah pengusaha besar di Kota Solo cukup banyak, sedangkan perkembangan infrastruktur kota itu yang cukup bagus juga menjadi indikator yang cukup baik bagi perekonomian setempat.

Kepala Bagian Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta Tito Adji Siswantoro mengatakan saat ini kinerja perbankan di Soloraya cukup membanggakan.

"Sesuai dengan statistik di Soloraya, per Januari 2019 secara 'year on year' aset perbankan meningkat sebesar 7,86 persen, yaitu dari Rp75,56 triliun menjadi Rp81,49 triliun," katanya.

Dari sisi kredit juga meningkat 10,43 persen, dari Rp63,96 triliun menjadi Rp70,64 triliun.

"Peningkatan kinerja bank umum konvensional di Soloraya ini lebih baik jika dibandingkan dengan Jawa Tengah yang mencapai 9,13 persen," katanya.

Untuk dana pihak ketiga juga memperlihatkn pertumbuhan cukup baik, yaitu 6,54 persen dari Rp58,78 triliun menjadi Rp62,62 triliun.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar