Kodam IV/Diponegoro gelar TFG untuk sukseskan pemilu

id Kodam IV/Diponegoro gelar TFG

Kodam IV/Diponegoro gelar TFG untuk sukseskan pemilu

Sejumlah anggota TNI Kodam IV/Diponegoro bersama Polri melakukan latihan "Tactical Floor Game" untuk menyukseskan Pemilu 2019, di Gedung Warastratama Jalan Adi Sucipto Kota Solo, Kamis (21/3). (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Sehingga semakin terbiasa dan mudah dalam melakukan, baik koordinasi maupun sinkronisasi, dalam setiap pelaksanaan tugas
Solo (ANTARA) - Anggota Kodam IV/Diponegoro bersama Polda Jawa Tengah menggelar latihan "Tactical Floor Game" (TFG) di Gedung Warastratama Jalan Adi Sucipto Kota Solo, Kamis, untuk menyukseskan Pemilu 2019.

Latihan TFG yang untuk meningkatkan kesiapan prajurit dan satuan menghadapi Pemilu 2019 tersebut diikuti para komandan kodim (dandim), kepala polres, kepala polsek, dan komandan koramil di wilayah Jateng.

Kegiatan tersebut dihadiri Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa dan Wakil Kepala Polda Jateng Brigjen Pol Ahmad Luthfi.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dalam pidato yang dibacakan Kasdam Teguh Muji Angkasa mengatakan bahwa terkait dengan tugas perbantuan itu, integrasi atau sinkronisasi, keterpaduan, dan sistem komando kendali sebagai bagian dari kunci sukses pelaksanaannya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, seluruh aturan pelibatan, sistem kendali dan "interoperability" TNI-Polri dapat dilatihkan dan diuji tahapan-tahapannya guna menghadapi berbagai kemungkinan menyangkut situasi maupun kontinjensi.

Ia mengatakan hal yang tidak kalah penting dalam latihan tersebut, yakni terciptanya kesamaan visi-misi serta semakin meningkatnya soliditas dan sinergitas para unsur pimpinan TNI-Polri.

"Sehingga semakin terbiasa dan mudah dalam melakukan, baik koordinasi maupun sinkronisasi, dalam setiap pelaksanaan tugas," katanya.

Melalui latihan tersebut, Pangdam berharap, kesiapan dan kesiagaan TNI-Polri menghadapi pesta demokrasi 2019 semakin baik serta dapat diminimalisasi kemungkinan risiko pelaksanaan tugas akibat "miss comunication" atau perbedaan-perbedaan pandangan antaraparat yang dapat memengaruhi atau menggagalkan pelaksanaan tugas.

Ia mengatakan pada penyelenggaraan pemilu, kesiapan aparat keamanan salah salah faktor dominan untuk menyukseskan pesta demokrasi itu.

"Sehingga diperlukan pelibatan seluruh komponen bangsa, termasuk TNI dalam tugas perbantuan kepada Polri untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi Pemilu 2019," katanya.
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar