Bawaslu Banyumas gelar kegiatan tingkatkan pengawasan partisipatif

id pengawasan partisipatif,bawaslu banyumas

Bawaslu Banyumas gelar kegiatan tingkatkan pengawasan partisipatif

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Banyumas Yon Daryono. (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar berbagai kegiatan untuk meningkatkan pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat, kata Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Banyumas Yon Daryono.

"Ada 13 program yang melibatkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan partisipatif. Kami telah melaksanakan sembilan kegiatan sehingga masih ada empat lagi," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Ia mengatakan kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain sosialisasi pengawasan partisipatif dengan melibatkan komunitas adat Bonokeling, jemaat Paroki Katedral Purwokerto, penderes nira kelapa di Cilongok, serta jaringan Muhammadiyah dan jaringan organisasi otonom Muhammadiyah.

Selain itu, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan para khatib untuk membuat buku panduan khotbah sosialisasi pemilu.

"Kami juga menggelar gerebek pasar di Ajibarang. Masih ada lagi nanti dengan komunitas Kanca Baca, komunitas literasi Banyumas dan beberapa komunitas lainnya, serta kami juga menyiapan pergelaran wayang kulit yang kemungkinan besar digelar di Wangon," katanya.

Menurut dia, kegiatan-kegiatan tersebut ditujukan mengajak masyarakat untuk mengetahui hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, baik sebagai pemilih maupun pengawas partisipatif.

Ia mengatakan pihaknya terus mendorong elemen-elemen masyarakat menjadi agen-agen perubahan di lingkungan masing-masing khususnya menyosialisasikan apa yang mereka peroleh dari Bawaslu.

"Pada hari Sabtu (23/3) juga akan ada festival foto dan video pemilu bermartabat yang kami selenggarakan bersama teman-teman jurnalis dan sejumlah komunitas fotografer yang ada di Banyumas," katanya.

Lebih lanjut, Yon mengharapkan dengan adanya pengawasan partisipatif dan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 sudah dekat, masyarakat Banyumas makin jeli dan menjadi pemilih yang baik.

Menurut dia, pemilih yang baik adalah pemilih yang bisa menilai apakah informasi yang berkembang di media sosial maupun media lainnya bisa dipercaya akurasinya atau tidak bisa.

"Apabila ada informasi yang masih bersifat sumir atau meragukan, kami sarankan masyarakat untuk mengakses media-media 'mainstream' seperti antaranews.com, detik.com, dan sebagainya. Tentunya media-media ini menjadi mitra Bawaslu yang bisa dipercaya kredibilitasnya, informasi yang disampaikan," katanya.

Dia mengharapkan masyarakat jangan sampai terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial tanpa mengecek ke media-media "mainstream" yang memiliki kredibilitas.

Terkait dengan kemungkinan maraknya praktik politik uang saat mendekati pemilu, dia mengatakan panitia pengawas di 27 kecamatan se-Kabupaten Banyumas telah membuat agenda untuk mengantisipasi potensi praktik politik uang.

"Masing-masing sudah tiga kali menggelar sosialisasi kepada kelompok-kelompok sasaran. Misalnya, kemarin di Karanglewas dengan kader-kader posyandu dan PKK, sedangkan di Sumbang dengan gapoktan (gabungan kelompok tani), Satuan Perlindungan Masyarakat, dan guru-guru TK," katanya.

Ia mengatakan jika masyarakat menemukan dugaan praktik politik uang dapat melaporkannya ke pengawas di tingkat desa maupun pengawas tempat pemungutan suara yang akan terbentuk mulai tanggal 24 Maret 2019.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar