Siswa SD Muhammadiyah Kottabarat galang dana korban bencana

id Siswa SD MUhammadiyah PK Surakarta galang dana untuk korban bencana

Siswa SD Muhammadiyah Kottabarat galang dana korban bencana

Sejumlah siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta saat menonton pertunjukan dongeng dalam memperingati Hari Dongeng Intenadisional di Sekolah SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Rabu. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Ratusan siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Jawa Tengah, dalam memperingati Hari Mendongeng Internasional, melakukan penggalangan dana untuk korban bencana alam, di SD setempat, Rabu.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Muhamad Arifin, kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 20 Maret yang diperingati sebagai Hari Mendongeng Internasional dengan mengambil tema "Mendongeng dan Berbagi".
    
Arifin mengatakan pada acara tersebut diisi dengan kegiatan mendongeng sekaligus penggalangan dana untuk korban bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan doa bersama untuk mendoakan para korban bencana alam gempa Lombok, banjir bandang Sentani, dan daerah lain yang tertimpa bencana. Seluruh siswa dan guru terlihat khidmad saat berdoa yang dipimpin oleh guru agama Wahyu Widodo.

Selesai berdoa, lanjut Arifin, salah satu siswa membawa kotak kardus kemudian teman-temannya antrean memasukkan uang donasi yang sudah mereka bawa dari rumah. Ada juga beberapa di antaranya, siswa yang menggunakan uang infak hariannya untuk disumbangkan melalui kegiatan tersebut.

Setelah semua donasi terkumpul, acara dilanjutkan dengan mendongeng oleh Kak Damar dari Kampung Dongeng. Gaya penyampaian dongeng yang sangat komunikatif diselingi dengan nyanyian, tarian, dan gerakan-gerakan unik membuat siswa semakin antusias mengikuti kegiatan ini.

Menurut dia, mendongeng merupakan media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepada siswa usia SD. Melalui kegiatan mendongeng ini, pihaknya  berupaya memberikan edukasi tentang pentingnya nilai empati dan kepedulian terhadap orang lain.

Selain itu, lanjut dia, juga penanaman nilai kepedulian, dan tidak sekedar pada tataran teoretis, tetapi juga langsung dipraktikkan melalui kegiatan penggalangan dana bencana.

"Nilai-nilai kemanusiaan tidak cukup hanya disampaikan di kelas-kelas, tetapi harus diparaktikkan tanpa melihat latar belakang suku, agama, atau perbedaan-perbedaan lainnya, "katanya.

Donasi yang terkumpul dalam kegiatan tersebut sejumlah Rp11.776.000, dan dana itu, akan disalurkan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) kepada para korban bencana. 


 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar