Petani lereng Merbabu Boyolali panen raya cabai

id Puluhan petani Merbabu panen cabai

Petani lereng Merbabu Boyolali panen raya cabai

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali Bambang Jiyanto dan puluhan petani saat memanen cabai keriting di Desa Jrakah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Puluhan orang petani yang mengembangkan tanaman cabai keriting varietas OR Twist 42 atau yang dikenal dengan varietas OR42 di lereng Gunung Merbabu Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa, mulai panen raya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali Bambang Jiyanto ada sebanyak 40 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Raharjo dan Ngudi Rahayu di Desa Jrakah antusias menyambut musim panen cabai keriting varietas OR Twist 42 itu.

Bambang Jiyanto mengatakan para petani menggunakan pola penanaman yang lebih modern, dan pihaknya berusaha mewujudkan hasil panen yang memuaskan dan mampu memproduksi cabai sebanyak-banyaknya.

Selain itu, kata dia, pada pengembangan cabai keriting tersebut juga ada bantuan cultivator untuk memudahkan pertanaman, sehingga kelompok tani disini menanamnya juga lebih mudah.

"Boyolali ini, menjadi lumbungnya cabai yang mampu memasok wilayah Solo Raya. Boyolali siap untuk menjaga agar tidak terjadi inflasi," kata Bambang Jiyanto.

Menurut dia, umur tanaman cabai yang dalam jangka tiga bulan bisa dipanen tersebut apabila benar cara pemeliharaan, dan sangat memungkinkan dapat berlanjut hingga dengan tujuh bulan agar bisa dipanen.

"Harga cabai di tingkat petani saat ini, bisa mencapai Rp10 ribu per kilogram. Cabai yang dihasilkan dari lahan seluas sekitar 10 hektare secara swadaya. Dan, dana bantuan APBN yang ditanam pada lahan seluas 10 hektare dari Kementerian Pertanian," katanya.

Menurut dia, ada fasilitasi dari Dirjen holtikultura Kementerian Pertanian yang memang konsisten untuk membantu Boyolali. Bantuan dari APBN berupa benih, mulsa, ajir, cultivator dan handsprayer dan termasuk pupuk, sehingga bantuan sangat komplit.

"Hasil panen raya sebesar 2 ton cabai keriting dariu lahan seluas  10 hektare. Hal ini, membuat Dispertan menggenjot agar petani mampu berproduksi lebih tinggi, dan mengharapkan di pihak lain untuk menjaga harga," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menanaman dengan pola yang lebih praktis, ramah lingkungan, dan sehingga Indonesia tidak akan kekurangan cabai.

Salah satu petani cabai Desa Jrakah, Wiyono mengaku senang dengan adanya perhatian dari pemerintah. Dia berharap pemerintah membantu dalam proses paskatanam terutama pemasaran hasil panen.

"Saya berharap bisa menanam cabai dengan terus-menerus dan dapat memasarkan komoditas sayuran ini,  yang lebih bagus, dan hasil lebih maskimal," kata Wiyono. 



 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar