Produk kreatif makin banyak, Pemkot Surakarta jajaki pasar ekspor ke Tiongkok

id Pemkot Surakarta, ekspor tiongkok

Produk kreatif makin banyak, Pemkot Surakarta jajaki pasar ekspor ke Tiongkok

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta tengah menjajaki pasar ekspor ke Tiongkok seiring dengan makin banyaknya produk kreatif asal Kota Solo yang bisa dipasarkan ke luar negeri.

"Potensi ekspor Kota Solo sangat besar, mulai dari kerajinan tangannya, batik, tekstil, hingga kuliner," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta Subagiyo di Solo, Selasa.

Terutama produk batik, dikatakannya, Kota Solo memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh daerah lain, salah satunya adalah menjaga kepakeman corak lawasan yang cukup terkenal, di antaranya kawung, parang, dan sidomukti.

"Selain itu, untuk jenis produknya jika dilihat dari cara pembuatannya juga bermacam-macam, ada yang batik lukis, tulis, dan cap," katanya.

Ia mengatakan selama ini arus ekspor dari Kota Bengawan lebih ke pasar tradisional, di antaranya Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Selain itu, ada pula Saudi Arabia untuk ekspor kuliner.

"Salah satu yang diekspor ke Arab Saudi yaitu sambal pecel," katanya.

Untuk memaksimalkan rencana penjajakan pasar Tiongkok, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo melakukan penandatangan kerja sama dengan delegasi Tiongkok.

"Penandatanganan dilakukan hari ini, harapannya dengan adanya kerja sama tersebut para produsen di Kota Solo, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) lebih inovatif dan kreatif untuk mengembangkan produknya," katanya.

Sementara itu, nilai ekspor Kota Solo pada tahun 2018 sebesar 40 juta dollar Amerika Serikat (AS). Menurut dia, angka tersebut meningkat jika dibandingkan nilai ekspor tahun sebelumnya sebesar 39 juta dolar AS.

"Dengan dioptimalkannya pasar ke Tiongkok ini harapannya nilai ekspor asal Kota Solo dapat kembali meningkat," katanya.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar