Wali Kota Sigit Widyonindito minta personel satpol tingkatkan kepekaan lingkungan

id hut satpol, wali kota magelang

Wali Kota Sigit Widyonindito minta personel satpol tingkatkan kepekaan lingkungan

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (kanan) menyerahkan tropi kejuaraan pada puncak peringatan HUT Ke-100 Damkar, HUT Ke-69 Satpol PP, dan HUT Ke-57 Satlinmas tingkat Kota Magelang, Selasa (19/3). (Foto: Dok. Humas Pemkot Magelang)

Tetap latihan fisik, jadi setiap saat kalau ada kejadian tidak kaget, siap siaga, termasuk cek mobil. Personel juga harus punya kecerdasan berpikir, misalnya kalau ada laporan kebakaran bohong
Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta personel Satuan Polisi Pamong Praja, Satuan Perlindungan Masyarakat, dan Pemadam Kebakaran peka terhadap tugas dan lingkungan karena mereka garda terdepan menjaga ketertiban umum dan situasi kondusif di daerah setempat.

"Semua personel harus peka, tanpa harus menunggu perintah, kalau saudara lihat ada yang parkir di trotoar ya ditertibkan, saudara kan tahu kalau itu melanggar peraturan ketertiban umum. Jangan apatis," katanya di Magelang, Selasa.

Ia mengatakan hal itu pada acara Pembinaan Wali Kota Magelang pada peringatan HUT Ke-100 Damkar, HUT Ke-69 Satpol PP, dan HUT Ke-57 Satlinmas tingkat Kota Magelang di Aula Adipura, kompleks Kantor Sekretaris Daerah Kota Magelang.

Setiap personel instansi itu, kata dia, memiliki peranan penting dalam menjadikan Kota Magelang tetap aman, tertib, dan bersih.

Ia juga menyatakan bangga dan berterima kasih kepada mereka karena selama ini berkomitmen dalam melaksanakan tugas sesuai dengan keahlian masing-masing.

"Di manapun bertugas, laksanakanlah dengan baik, jangan setengah-setengah," katanya.

Selain itu, Wali Kota Sigit juga meminta personel Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas selalu melakukan latihan fisik, meskipun tidak sedang bertugas.

"Tetap latihan fisik, jadi setiap saat kalau ada kejadian tidak kaget, siap siaga, termasuk cek mobil. Personel juga harus punya kecerdasan berpikir, misalnya kalau ada laporan kebakaran bohong (palsu)," katanya.

Dalam melaksanakan tugas berhadapan dengan masyarakat, katanya, mereka juga harus mengedepankan pendekatan secara humasis.

Kepala Satpol PP Pemkot Magelang Singgih Indri Pranggana mengatakan tuntutan masyarakat terhadap tugas Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas telah berkembang.

"Sering ada laporan warga yang tidak berani menangani lebah dan ular berbisa secara mandiri. Damkar juga melakukan pelatihan dan edukasi pelajar," kata dia dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang.

Selain itu, katanya, tugas Satpol PP dan Satlinmas selain menjaga ketertiban umum juga ikut bergotong royong bersama masyarakat, membantu pengaturan arus lalu lintas bersama Polri, dan patroli bersepeda.

Saat ini, jumlah personel Satpol PP di Kota Magelang 53 orang berstatus aparatur sipil negara, 74 personel bantuan kepolisian, sembilan tenaga kontrak, sedangkan personel Damkar Kota Magelang 48 orang, dan personel inti Satlinmas 40 orang. Kota Magelang meliputi tiga kecamatan dan 17 kelurahan.
 
Sejumlah sarana dan prasarana untuk mendukung tugas-tugas mereka, antara lain dua truk, empat mobil patroli, satu mobil pengawalan, dan tujuh mobil damkar.

Berbagai kegiatan terkait dengan HUT Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas tingkat Kota Magelang, katanya, telah dimulai sejak Februari lalu, antara lain gelar pasukan, siraman rohani, mengikuti rapat kerja nasional di Pekanbaru, dan upacara puncak peringatan hari ulang tahun instansi tersebut di halaman pemkot setempat. (hms)
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar