Akademisi: Pembahasan riset saat debat bawa angin segar

id debat

Akademisi: Pembahasan riset saat debat bawa angin segar

Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Ropiudin (dok. pribadi)

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman, Ropiudin mengatakan pembahasan mengenai riset pada debat calon wakil presiden membawa angin segar bagi penguatan bidang penelitian di tanah air.

"Kendati demikian, masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bagi presiden atau wakil presiden yang terpilih nantinya terkait dengan penguatan riset," katanya di Putwokerto, Senin.

Ropiudin yang merupakan Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (P3EBT), LPPM Universitas Jenderal Soedirman menyebutkan, yang perlu menjadi perhatian adalah peningkatan alokasi anggaran riset untuk mendukung peningkatan jumlah dan kualitas riset.

Dengan demikian, kata dia, akan mendorong kemudahan dalam berbagai pelaksanaan riset.

"Seperti kemudahan akses bahan penelitian, kemudahan mendapatkan akses peralatan lab yang handal, kemudahan mengakses sumber daya digital, kemudahan akses kerjasama dengan jejering internasional, kemudahan untuk publikasi pada level internasional, dan kemudahan lainnya," katanya.

Sumber dana riset, kata dia, dapat diintegrasikan oleh pemerintah dari berbagai sumber mulai dari APBN, dunia usaha dan industri, dana luar negeri, filantropi, dan lain-lain.

"Kedua, penguatan riset yang dibutuhkan oleh industri dan masyarakat melalui jenis riset pengembangan berbasis riset dasar yang kuat untuk meningkatkan produk inovasi yang siap masuk fase hilirisasi," katanya.

Teknologi tinggi dan teknologi tepat guna, tambah dia, perlu dikuatkan bersama-sama berbasis kearifan lokal Indonesia yang heterogen.

Yang ketiga, memupuk budaya dan pola pikir riset mulai dari pendidikan dasar melalui pengembangan kurikulum, sehingga akan dihasilkan sumber daya manusia yang tangguh dalam berfikir analitis dan kreatif.

"Yang keempat, rencana induk riset nasional atau RIRN yang telah ada seyogyanya dikuatkan untuk mendapatkan respon balik dari masyarakat untuk memperkuat dan mempertajam prioritas yang dibutuhkan bagi kemajuan dan peningkatan daya saing bangsa di semua sektor," katanya.

Menurut dia, visi RIRN harus tajam dan memiliki visi jangka pendek dan jangka panjang, sehingga nantinya menjadi pijakan untuk mengembangkan riset yang kuat secara berkelanjutan.
"Selain itu, RIRN juga dapat ditujukan untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SGDs di Indonesia," katanya.

Sementara itu, Pemilihan Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar