Polres Kudus gelar doa bersama untuk Pemilu damai

id polres kudus, gelar doa bersama, untuk pemilu damai

Polres Kudus gelar doa bersama untuk Pemilu damai

Suasana doa bersama dalam rangka mewujudkan Pilpres dan Pileg 2019 yang aman, damai dan sejuk di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Minggu (17/3). (FOTO : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Polres Kudus, Jawa Tengah, menggelar doa bersama agar pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019, terutama di Kabupaten Kudus berlangsung aman, damai, dan sejuk, Minggu.

Doa bersama yang digelar di Alun-alun Kudus tersebut, menghadirkan dai kondang, Kiai Ahmad Muwafiq asal Yogyakarta.

"Semoga rangkaian tahapan persiapan menyelenggarakan pesta demokrasi bisa berjalan aman, damai, sejuk dan kondusif," kata Kapolres Kudus AKBP Saptono di Kudus, Minggu.

Ia mengakui suhu politik saat ini memang meningkat.

Untuk itu, dia berharap, masyarakat menjaga diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam rangka menjaga situasi wilayah tetap aman dan damai, katanya, Polri dan TNI sudah berupaya agar pelaksanaan Pemilu 2019 berlangsung aman.

Selain melakukan ikhtiar, kata dia, tentunya perlu diiringi dengan doa agar di Kabupaten Kudus dan seluruh Indonesia aman dan kondusif.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengajak masyarakat di Kabupaten Kudus untuk menggunakan hak pilihnya.

"Hal pilih masyarakat dijamin kebebasannya dan tidak ada intervensi," ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta, masyarakat agar tidak memilih golongan putih (golput).

Sementara itu, Bupati Kudus Muhammad Tamzil menyampaikan penghargaan kepada Polres Kudus yang menginisiasi doa bersama untuk Pemilu 2019 agar berjalan aman, damai dan dan sejuk.

"Kegiatan ini juga dalam rangka membina dan mengingatkan semua pihak dalam bermasyarakat dan bernegara," ujarnya.

Ia menganggap kegiatan doa bersama ini juga dalam rangka menyejukkan suasana.

"Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, dinamika politik sudah dirasakan," ujarnya.

Ia berharap masyarakat tidak usah terpancing berita tidak jelas serta kemungkinan adanya hasutan.

"Silakan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk melihat secara langsung," ujarnya.

Dengan lima jenis kartu suara, katanya, penghitungan suara diperkirakan bisa berlangsung hingga malam hari.

Ia menganggap hal itu merupakan kesempatan yang baik menyalurkan suaranya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar