Pemkab Boyolali lelang promosi pimpinan JTP

id Boyolali lelang promosi pimpinan JTP

Pemkab Boyolali lelang promosi pimpinan JTP

Peserta mengikuti seleksi lelang promosi Jabatan Tinggi Pratama (JTP) Kabupaten Boyolali di depan panitia seleksi, Jumat (15/3). (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Kami ingin mengetahui secara pasti tempat tinggal yang bersangkutan dan melakukan wawancara dengan tetangga sekitar. Mereka di tengah masyarakat seperti apa misalnya
Boyolali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Boyolali menggelar lelang promosi pimpinan jabatan tinggi pratama (JTP) untuk tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah lama kosong pejabatnya.

"Kami menggelar lelang promosi JTP untuk mengisi pimpinan OPD yang kosong dan hasil seleksi telah menyisakan sembilan peserta.," kata Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Lelang JTP Pemkab Boyolali, Anwar Hamdani, di Boyolali, Jumat.

Jumlah peserta lelang promosi pimpinan JTP awalnya 27 pejabat eselon III yang lulus administrasi, tetapi setelah melalui dua seleksi kini tinggal menyisakan sembilan peserta.

Peserta tersebut akan mengisi jabatan kepala Dinas Sosial (Dinsos), kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus), dan kepala Inspektorat Boyolali.

"Peserta lelang jabatan untuk tiga OPD masing-masing hanya tinggal tiga peserta. Sejumlah peserta lelang JTP yang kurang memiliki kompetensi gugur di tengah jalan," kata Anwar.

Tiga pejabat eselon III itu, yakni Ahmad Ghozali, Jaka Diyana, dan Sri Hanung Marhendra yang masih bertahan dari dua ujian untuk menjadi kepala Dinsos.Jumlah sebelumnya 11 peserta.

Jabatan kepala (Disarpus) akan diperebutkan tiga pejabat di lingkungan Pemkab Boyolali, yakni Binasih, Marjono, dan Siti Askariyah.

Sebanyak tiga pejabat yang bertahan untuk Inspektur Inspektorat Boyolali, yakni Agnes Sri Sukartiningsih, Insan Ari Asmono, dan Muhammad Arief Wardianta.

Panitia seleksi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, melihat kompetensi sejumlah calon tersebut. Tim secara profesional telah melihat kompetensi manajerial, bidang, sosio kultural kepada calon pimpinan tinggi pratama itu.

“Tim juga menilai diskusi bersama mengenai bidang tugas sebagai kepala OPD," ujarnnya.

Meskipun sembilan peserta sudah dinyatakan lulus uji kompetensi, dan mereka  wajib mengikuti tes kesehatan oleh tim medis yang ditunjuk panitia.

Ia mengatakan tak menutup kemungkinan pansel mencoret beberapa nama sebelum mengajukan ke bupati. Panitia dalam waktu dekat akan kunjungan ke rumah sembilan peserta untuk menelusuri rekam jejaknya.

"Kami ingin mengetahui secara pasti tempat tinggal yang bersangkutan dan melakukan wawancara dengan tetangga sekitar. Mereka di tengah masyarakat seperti apa misalnya," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar