Hari ini, PT KAI aktif kembali layani penumpang Stasiun Batang

id Stasiun Batang, Bupati Batang

Hari ini, PT KAI aktif kembali layani penumpang Stasiun Batang

Bupati Batang Wihaji didampingi Wakil Bupati Suyono bersama organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan persiapan perjalanan menuju ke Stasiun Poncol Semarang dengan menggunakan KA Kaligung.

Batang (ANTARA) - Perusahaan Terbatas Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, mulai hari ini aktif kembali melayani penumpang di Stasiun Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah setelah empat tahun sebelumnya tidak dioperasionalkan.

Wakil Ketua DAOP 4 Semarang Danil di Batang, Jumat, mengatakan bahwa reaktivasi ini merupakan komitmen dan sinergitas Pemkab Batang dengan PT KAI bersama badan usaha milik negara (BUMN) untuk memberikan pelayanan publik transportasi di Stasiun Batang.

"Kita mencoba trial 6 kereta yaitu 4 KA Kaligung dan 2 Menoreh yang nantinya akan dievaluasi dan ditargetkan bisa mencapai 60 setiap harinya," katanya.

Ia mengatakan Stasiun Batang akan menyediakan loket pembelian tiket namun masyarakat disarankan membeli tiket melalui cara during (online) karena memang khusus KA Kaligung beroperasi mulai pagi hari dan biasanya tiket cepat habis.

Bupati Batang Wihaji mengatakan reaktivasi Stasiun Batang sudah lama ditunggu oleh masyarakat setempat karena sudah empat tahun tidak diaktifkan sebagai tempat pelayanan penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi KA.

"Empat tahun sudah Stasiun Batang tidak aktif sebagaimana fungsinya namun mulai hari ini (Jumat) resmi direaktivasi. 

Tentunya, dengan beroperasinya kembali Stasiun Batang akan membantu masyarakat yang akan bepergian ke Semarang atau Jakarta," katanya.

Sementara penumpan KA Rohyati mengatakan dirinya menyampaikan ucapan terima kasih pada Pemkab Batang dan PT KAI yang telah kembali mereaktivasi Stasiun Batang. "Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih pada Pak Bupati Wihaji dan PT KAI yang telah mengaktifkan lagi layanan penumpang di Stasiun Batang," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar