Sandiaga tampil apa adanya pada debat

id Sandiaga Uno, Pekalongan

Sandiaga tampil apa adanya pada debat

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno usai acara "Halaqoh K2 Aswaja Komunitas Kiai Ahlusunah Waljamaah" di Kota Pekalongan, Kamis (14/3). (Foto: Kutnadi)

Putra-putri Indonesia harus diberikan peluang dan dibela dan jangan sampai tenaga kerja dikirim ke luar negeri sementara di dalam negeri justru diberikan pada tenaga kerja asing
Pekalongan (ANTARA) - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mengaku akan tampil apa adanya untuk menyampaikan masalah kesehatan, pendidikan, ketengakerjaan, dan sosial budaya pada debat ke-3 pilpres pada 17 Maret 2019.

"Harapan kami tampil apa adanya, ingin menyampaikan bahwa acara debat adalah kesempatan menyuarakan dan (mencarikan, red.) solusi pada masyarakat bahwa pasangan Prabowo-Sandi akan melakukan perubahan buat Indonesia dengan memberikan pemahaman agar masyarakat yang belum menentukan pilihan mantap bisa menentukan pilihan secara mantap," katanya di Pekalongan, Kamis.

Usai acara "Halaqoh K2 Aswaja Komunitas Kiai Ahlusunah Waljamaah Menuju Indonesia Menang, Adil, dan Makmur", ia mengaku mendapat titipan dari kiai agar pasangan Prabowo-Sandi menghadirkan Indonesia adil dan makmur, terutama pada kesempatan lapangan pekerjaan.

Lapangan pekerjaan yang seharusnya diberikan pada pekerja lokal, kata dia, namun diberikan kemudahan kepada tenaga pekerja asing.

"Oleh karena, kami berkomitmen apabila diberikan amanah, akan merevisi perpres (peraturan presiden) yang memberikan banyak kemudahan pada tenaga kerja asing, namun kami akan menghadirkan insentif bagi perusahaan yang mempekerjakan tenaga lokal." katanya.

Menurut dia, seharusnya lapangan pekerjaan diberikan kepada anak-anak bangsa, anak-anak Indonesia, dan anak-anak lokal.

"Putra-putri Indonesia harus diberikan peluang dan dibela dan jangan sampai tenaga kerja dikirim ke luar negeri sementara di dalam negeri justru diberikan pada tenaga kerja asing," katanya.

Ia mengharapkan para pendukung Prabowo-Sandiaga senantiasa menjada kerukunan dan kedamaian, dengan tetap melakukan ikhtiar.

"Mari kita optimalkan ikhtiar dan jangan sampai terpecah belah tetap dingin, sejuk, serta hormati perbedaan yang dimiliki. Perbedaannya kan satu, yaitu pilihannya saja pada 17 April 2019, namun persamaannya banyak," katanya. 

Terkait dengan munculnya isu kebangsaan, Sandiaga mengingatkan kepada para pendukungnya agar tidak terpecah belah 
dan tetap merawat "tenun kebangsaan".

"Kita pastikan jangan sampai memecah belah. Pada acara halakah, kiai ini telah mengingatkan pada pasangan Prabowo-Sandi agar terus mengawal," katanya.   

Dirinya akan tetap memuliakan dan menghormati rival Calon Wakil Presiden nomor urut 01, K.H. Ma' ruf Amin saat acara debat ke-3 mendatang.

 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar