Makin besar gelora hati, Gary Neville semangati Solskjaer

id gary neville

Makin besar gelora hati, Gary Neville semangati Solskjaer

Gary Neville (uk.eurosport.yahoo.com)

Jakarta (ANTARA) - Bagaimana cara jitu menghadapi kekalahan dalam laga kehidupan? Mantan pemain Manchester United Gary Neville mengajukan resep dengan berkaca kepada kekalahan The Red Devils yang kini dilatih Ole Gunnar Solskjaer.

Bagi Neville, kekalahan Manchester United atas Arsenal dengan skor 0-2 di Stadion Emirates, pada laga Minggu pekan ini, sejatinya "bukan kiamat" bagi Solskjaer.

Boleh dibilang, kekalahan itu justru melecut semangat pasukan Manchester United agar tampil dengan gelora hati yang makin besar dan makin bersemangat di laga berikutnya.

Bukankah pujangga Latin klasik Seneca menulis, Crescit animus, quotiens coepti magnitudinem attendit. Artinya, makin besar gelora hati, sebesar itu pula perhatian yang diarahkan pada tujuan.

Di mata Neville, kekalahan dari Arsenal hendaknya tidak lantas mematahkan semangat manajemen Manchester United untuk mengangkat Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer permanen di kubu Old Trafford.

Kini, The Gunners unggul dua poin di atas the Red Devils. Dua gol Arsenal dilesakkan oleh Granit Xhaka dan Pierre-Emerick Aubameyang.

"Saya beranggapan bahwa Ole akan melihat ke depan dengan senantiasa mengambil pelajaran dari kekalahan itu. Meski saya sudah katakan sebelumnya, kebobolan dua gol tanpa balas merupakan harga yang pantas dibayar dari duel itu," kata Gary Neville.

"Anda perlu juga melihat secara keseluruhan penampilan Manchester United saat kalah dari Arsenal. Mereka punya banyak peluang mencetak gol ke gawang Arsenal. Mereka tampil dengan penguasaan bola yang dominan."

"Ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki dengan penampilan Manchester United, utamanya mentalitas bertanding. Tidak jarang, jika Anda tampil dengan kondisi fisik yang tidak memadai, boleh jadi Anda sedikit beroleh keberuntungan," katanya sebagaimana dikutip dari laman FourFourTwo.

Kekalahan dari Arsenal merupakan kekalahan pertama tim asuhan Solskjaer dalam 13 laga di ajang Liga Inggris sejak Jose Mourinho dipecat dari Manchester United pada Desember tahun lalu.

Solskjaer mampu membawa Manchester United lolos ke babak kuarter-final Liga Champions. Torehan prestasi ini tentu saja menjadi bahan pertimbangan agar pelatih berpaspor Norwegia itu dapat diangkat menjadi manajer tetap kubu Old Trafford.

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar