Camat di Pati diinstruksikan petakan warga miskin

id camat di pati, diinstruksikan, petakan warga miskin

Camat di Pati diinstruksikan petakan warga miskin

Bupati Pati Haryanto saat menyampaikan sambutan pada Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyelarasan program dan kegiatan rancangan kerja perangkat daerah di ruang DPRD Kabupaten Pati, Senin (11/3). (FOTO: Dok.)

Pati (ANTARA) - Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menginstruksikan kepada semua camat untuk ikut memetakan penduduk miskin agar program pembangunan yang bertujuan agar pengentasan kemiskinan bisa tepat sasaran.

"Angka kemiskinan di Kabupaten Pati saat ini masih tersisa 9,90 persen. Kami belum puas dengan angka kemiskinan tersebut meskipun sudah ada penurunan dibandingkan sebelumnya," kata Bupati Pati Haryanto pada Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyelarasan program dan kegiatan rancangan kerja perangkat daerah di ruang DPRD Kabupaten Pati, Senin.

Menurut dia, dengan pemetaan penduduk miskin hingga tingkat desa diharapkan angka kemiskinan yang masih tersisa 9,9 persen bisa diketahui tersebar di beberapa desa.

Program pembangunan di Kabupaten Pati, lanjut dia, memang berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan, tingkat pengangguran, juga peningkatan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat.

"Jika diperhatikan, tahun 2013 tingkat kemiskinan sebesar 14,44 persen kemudian sekarang turun menjadi 9,90 persen. Upaya tersebut tidaklah mudah dan berbagai program sudah dilakukan," ujarnya.

Program pembangunan yang dimaksud, yakni pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan UMKM.

"Kami optimistis dengan melaksanakan program tersebut secara maksimal, angka kemiskinan dapat menurun, bahkan di bawah standar Jateng," ujarnya.

Dengan adanya pemetaan dan pendataan yang tepat, diharapkan program-program seperti UMKM dan bedah rumah dapat dirasakan manfaatnya bagi yang membutuhkan, mengingat kebutuhan masing-masing warga tidak sama.

Ia mengungkapkan forum perangkat daerah ini dilaksanakan dalam rangka penyelarasan program dan kegiatan rancangan rencana kerja perangkat daerah Kabupaten Pati tahun 2020.

Haryanto menambahkan bahwa agenda-agenda semacam ini, memang harus digelar, mulai dari proses penganggaran hingga tahapan-tahapannya harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

"Mulai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa, kecamatan dan berbagai usulan yang disampaikan kepada pemkab, apa yang dianggarkan memang harus melalui tahapan-tahapan, dan tidak serta merta muncul begitu saja. Terlebih dengan sistem e-planning dan e-budgeting seperti sekarang," ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pati Pujo Winarno menyampaikan tujuan pelaksanaan forum perangkat daerah ini dalam rangka menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan usulan program kegiatan musrenbang tingkat kecamatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

"Mempertajam indikator serta target program dan kegiatan perangkat daerah dengan tugas pokoko fungsi. Menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dalam mencakup optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan untuk sinergi pelaksanaan prioritas pembangunan daerah," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar