Dokter: Calon haji dengan hipertensi batasi konsumsi garam

id dokter

Dokter: Calon haji dengan hipertensi batasi konsumsi garam

dr. Andreas, Sp.PD (wuryanti puspitasari)

Purwokerto (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam dari RS  Santa Elisabeth Purwokerto, dr. Andreas, Sp.PD mengingatkan agar calon haji yang memiliki riwayat hipertensi agar mulai membatasi konsumsi garam sebelum berangkat ke Tanah Suci.

"Pada kasus hipertensi perlu membatasi makanan asin atau jumlah garam yang dikonsumsi," kata dr. Andreas, Sp.PD di Purwokerto, Kamis.

Dia juga mengingatkan agar calon haji dengan riwayat hipertensi rutin melakukan pemeriksaan kesehatannya untuk memastikan kondisinya baik.

"Perlu medical check up rutin ke dokter untuk memastikan kondisinya cukup sehat dan kuat," katanya.

Selain itu yang juga tidak kalah penting adalah selalu membawa obat-obatan yang sudah rutin dikonsumsi saat menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

"Obatnya tetap diminum sesuai dosis dan aturan dokter. Selama cukup istirahat dan obat dikonsumsi teratur, harapannya penyakitnya bisa tetap terkontrol selama menjalankan ibadah haji," katanya.

Selain itu dia juga berpesan, agar calon haji harus menjaga pola tidur dan istirahat dengan cukup, tidak stress dan patuh minum obat.

"Jangan sampai kurang tidur atau istirahat, tidak patuh minum obat dan terlalu capek, itu bisa mengakibatkan kekambuhan dan perlu diperhatikan juga faktor cuaca dan iklim," katanya.

Dia menambahkan, pada umumnya kasus hipertensi primer/esensial dialami orang dewasa namun pada kasus hipertensi sekunder siapa saja bisa mengalaminya.

"Hipertensi sekunder ini siapa saja bisa mengalaminya bukan cuma orang dewasa," katanya.

Penderita hipertensi kata dia perlu benar-benar memeperhatikan kondisi kesehatannya karena jika tidak terkontrol dapat berdampak pada kerusakan organ-organ target di otak, jantung, ginjal hingga mata.

"Hipertensi bisa memicu penyakit lain seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal dan juga kebutaan," katanya.

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar