BPBD Banyumas pantau pergerakan tanah di Karangbawang

id pergerakan tanah

BPBD Banyumas pantau pergerakan tanah di Karangbawang

TRC BPBD Kabupaten Banyumas memantau pergerakan tanah di Grumbul Kalisal, Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang. (Foto: Dok. TRC BPBD Banyumas)

akibat hujan lebat yang terus-menerus mengguyur wilayah itu
Purwokerto (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas terus memantau pergerakan tanah di Desa Karangbawang.

"Pergerakan tanah khususnya di Grumbul Kalisalak, Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, terjadi sejak tanggal 21 Februari 2019 akibat hujan lebat yang terus-menerus mengguyur wilayah itu," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banyumas Kusworo, di Purwokerto, Kamis.

Akibat guyuran hujan tersebut, kata dia, tanah di Grumbul Kalisalak RT03/RW05 ambles berkisar 70-100 centimeter pada 21 Februari 2019. Tanah di wilayah tersebut kembali ambles pada 27 Februari 2019 dengan kedalaman berkisar 100-150 centimeter.

Berdasarkan hasil pendataan, dua rumah warga terdampak pergerakan tanah tersebut sejak amblesan pertama.

"Rumah Pak Sukardi (68) retak-retak pada bagian lantai maupun tembok dapur sehingga hampir roboh dan saat ini, pemilik rumah sudah mengungsi ke tempat anaknya. Sementara rumah Pak Sumardi (70) mengalami kerusakan pada fondasi dan cakar ayam bagian belakang sudah menggantung sehingga dia bersama istrinya mengungsi ke rumah saudara," katanya.

Hingga saat ini kerugian material akibat bencana tersebut masih dalam penghitungan karena pergerakan tanah terus terjadi.

Bahkan, pergerakan tanah hingga saat ini sudah sampai area persawahan di lokasi yang lebih bawah dari permukiman penduduk.

"Panjang area persawahan yang terdampak pegerakan tanah mencapai 75 meter dengan lebar 50 meter," katanya.

Ia mengimbau masyarakat setempat untuk mewaspadai tiang listrik yang sudah mulai bergeser karena terdampak pergerakan tanah.

Pihaknya juga mengimbau warga segera meninggalkan lokasi tanah yang ambles ketika terjadi hujan agar risiko bencana dapat dikurangi.
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar