Lebih simpel, jamu kapsul Sido Muncul bakal disukai milenials

id Puan, jamu

Lebih simpel, jamu kapsul Sido Muncul bakal disukai milenials

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memberi keterangan pers usai meninjau pabrik PT Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Jumat. (Foto: I.C.Senjaya)

Semarang (Antaranews Jateng) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meyakini terobosan PT Sido Muncul memproduksi jamu dalam bentuk kapsul akan menarik para kaum milenial.
     
"Ada 'soft capsule', lebih simpel dan efisien dalam minum jamu," kata Puan usai meninjau pabrik PT Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Jumat.
     
Puan mengapresiasi terobosan PT Sido Muncul dalam menginovasi jamu dalam bentuk kapsul lunak.
     
Komoditas tersebut, lanjut dia, juga telah lolos pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) hingga akhirnya terbit izin edarnya.
     
"BPOM tentu tidak main-main," katanya.
Sebagai perusahaan yang sudah berpuluh tahun berdiri, kata dia, Sido Muncul bukan hanya industri yang dijalankan secara kekeluargaan.
     
Dengan empat ribu pegawai, lanjut sia, perusahaan ini juga mampu membangun suasana kekeluargaan bagi para karyawannya.
     
Sementara itu, Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan perusahaan ini merupakan perusahaan jamu pertama yang memroduksi jamu dalam bentuk "soft capsule".
     
"Selama ini 'soft capsule' hanya dikembangkan oleh industri-industri farmasi," katanya.
     
Berkaitan dengan operasioal pabrik jamu ini, kata dia, Sido Muncul telah menggandeng sekitar 117 kelompok tani untuk memasok bahan baku.
   
 "Jadi bahan baku jamu tidak harus di cari di hutan, tetapi sudah ada petani yang khusus menanamnya," katanya.
     
Produk pertama jamu kapsul lunak tersebut meliputi Tolak Angin dan Tolak Linu.
     
Ke depan, lanjut dia, seluruh produk akan tersedia dalam bentuk kapsul lunaknya.
     
Pada tahap awal ini, kapasitas produksi kapsul lunak ini mencapai 30 ribu butir per hari.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar