BKKBN Jateng dapat tambahan 166 penyuluh KB

id bkkbn,jateng,pkb,semarang

BKKBN Jateng dapat tambahan 166 penyuluh KB

Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah Wagino (kanan) menyerahkan surat pengangkatan penyuluh KB (PKB) di Semarang, Kamis. (Foto: Nur Istibsaroh)

Semarang (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah tahun ini mendapat tambahan 166 penyuluh KB (PKB) yang nantinya akan ditempatkan ke kabupaten/kota yang masih kekurangan petugas.

Hal tersebut disampaikan Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah Wagino seusai pelatikan dan pengambilan sumpah pengangkatan pejabat fungsional PKB di lingkungan Perwakilan BKKBN Jateng di Semarang, Kamis yang terdiri atas 14 orang penyuluh KB ahli madya; 35 penyuluh KB ahli muda; dua penyuluh KB ahli pertama, tujuh orang penyuluh KB penyelia; 12 penyuluh KB mahir; dan satu orang masing-masing penyuluh KB terampil dan pemula.

Wagino berharap dengan pelantikan tersebut, penyuluh KB dapat lebih meningkatkan promosi, komunikasi, informasi dan edukasi penggerakan program KKBPK, peran mitra kerja khususnya mitra kerja yang potensial memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian sasaran program KKBPK.

"Idealnya Jawa Tengah memerlukan sekitar 3.500 hingga 4.000 penyuluh KB dan sekarang baru ada 1.712 PKB, itu pun yang mau pensiun ada sekitar 100 orang di tahun ini," katanya.

Dari tambahan PKB yang ada, lanjut Wagino, akan disebar ke kabupaten/kota yang PKB-nya masih membina 10 hingga 16 desa seperti di Kabupaten Kebumen Penyuluh KB masih membina 10 desa dan di Kabupaten Boyolali satu petugas PKB membina 16 desa.

"Idealnya satu penyuluh KB membina satu sampai dua desa dan hal tersebut belum bisa dipenuhi untuk di wilayah Jawa Tengah. Jawa Tengah, provinsi besar dengan penduduk yang besar dan tingkat kesulitannya juga sangat luar biasa seperti penyuluh KB harus menjangkau daerah-daerah pegunungan dan daerah terpencil," katanya.

Terkait dengan Kampung KB, Wagino mengaku pada tahun ini secara nasional tidak ada rencana pencanangan, sehingga untuk yang sudah ada diharapkan bisa menjadi percontohan.

"Kami berharap Kampung KB yang sudah ada bisa jadi percontohan atau paling tidak dapat melengkapi profilnya terlebih dahulu," demikian Wagino.
 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar