ITTP dorong riset berbasis kearifan lokal

id rektor telkom

ITTP dorong riset berbasis kearifan lokal

Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Ali Rokhman (wuryanti puspitasari) (wuryanti puspitasari/)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Institut Teknologi Telkom Purwokerto mendorong terus dikembangkannya riset berbasis kearifan lokal guna memecahkan berbagai problematika yang ada di tengah masyarakat.

"Mahasiswa memang sudah seharusnya memperbanyak riset yang bebasis kearifan lokal," kata Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Ali Rokhman di Purwokerto, Kamis.

Dia mengatakan, riset seperti itu dibutuhkan agar ilmu pengetahuan berkontribusi positif bagi kehidupan warga bukan malah mencabut dan menghilangkan elemen kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat

"Apalagi untuk mahasiswa IT Telkom yang banyak mempelajari teknologi, memadukan kemajuan teknologi dengan kearifan sangat penting supaya teknologi tidak mencabut dan menghilangkan kearifan lokal yang kita miliki," katanya.

Dia juga menambahkan riset berbasis kearifan lokal sangat bermanfaat karena inti riset adalah untuk memecahkan problem yang ada di masyarakat. Dengan megacu pada kearifan lokal, maka riset akan lebih membumi dan hasilnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Karena itu penting untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi dengan sebaik-baiknya. Saya harapkan mahasiswa bukan hanya sebagai target pasar dari perkembangan teknologi, namun harus bisa menciptakan pasar, melalui ide-ide kreatif," katanya.

Dia juga menambahkan, selama ini sudah banyak riset berbasis kearifan lokal yang dikembangkan oleh mahasiswa IT Telkom Purwokerto.

"Kami berharap ke depan lebih banyak lagi penelitian yang berkontribusi besar bagi masyarakat," katanya.

Dia mencontohkan, penelitian berbasis kearifan lokal bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana yang ada di sekitar.

"Contoh kita punya kearifan lokal dalam kuliner tradisional banyak sekali, bagaimana supaya makanan tradisional itu tidak hilang dan tidak kalah saing dengan makanan impor. Tentu saja ini butuh riset supaya generasi milineal menyukai makanan tradisional kita," katanya.

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar