Mau urus paspor, calhaj diminta bawa dokumen asli

id haji banyumas

Mau urus paspor, calhaj diminta bawa dokumen asli

Rombongan calon haji Banyumas bersiap mengurus paspor ke Kanim Cilacap. (wuryanti puspitasari)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, mengingatkan seluruh calon haji asal wilayah setempat untuk membawa suruh dokumen asli yang dibutuhkan untuk pengurusan paspor.

"Bawa dokumen asli, mulai dari KTP, KK, surat nikah, akte lahir hingga ijazah guna keperluan pengurusan paspor," katanya di Purwokerto, Rabu.

Dia mengatakan hal tersebut karena banyak calon haji yang lupa membawa dokumen asli saat mengurus paspor di Kantor Imigrasi Cilacap. 

"Selain itu jangan lupa membawa setoran awal BPIH untuk kelancaran saat konfirmasi dan wawancara dengan petugas imigrasi nantinya," katanya.

Sementara itu, dia menambahkan, jadwal pembuatan paspor calon haji asal wilayah setempat telah dilaksanakan mulai 18 Februari 2019 hingga 27 Februari 2019.

Dia menjelaskan, ada sekitar sembilan jadwal keberangkatan pembuatan paspor haji.  "Kami telah menyusun jadwal per kecamatan, misalkan Kecamatan Purwokerto Barat, Timur, dan Utara, dilakukan pada Selasa 18 Februari 2019," katanya.  

Lalu Kecamatan Purwokerto Selatan, Patikraja, dan Karanglewas pada 19 Februari 2019.

"Kalau hari ini 20 Februari 2019 ada 144 calon haji yang mengurus paspor, 45 di antaranya berasal dari Wangon, 74 dari Kembaran, dan sisanya berasal dari Sumbang," katanya.

Bagi calon haji yang sudah memiliki paspor yang berlaku, ujar dia, minimal masa berlakunya sampai tanggal 3 Februari 2020. ? Sebelumnya, Kantor Kemenag Banyumas menginformasikan bahwa jumlah calon haji tahun 2019 di wilayah setempat sebanyak 1.177 orang yang sudah punya?paspor 135 orang. ? Dia menjelaskan, 1.147 calon haji noncadangan berada di porsi aman provinsi Jawa Tengah, yang?berarti nomor antrean calon haji yang tercantum di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sudah mendapat nomor porsi.

Porsi aman berarti nomor antrean calon haji yang tercantum pada siskohat pada saat mendaftar haji pada setoran awal Rp25 juta di BPS BPIH mendapat nomor porsi yang Insya Allah pada tahun 2019 akan berangkat sesuai alokasi kuota Provinsi Jawa Tengah. 

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar