Khofifah: ibu JKSN bisa belajar resep ibunda Jokowi

id khofifah:ibu JKSN bisa belajar resep ibunda Jokowi

Khofifah: ibu JKSN bisa belajar resep ibunda Jokowi

Pendiri Khofifah Indar Parawansa memberikan pengarahan dalam acara Deklarasi JKSN se-Solo Raya di GOR Sritex Arena Solo, Sabtu (9/2). (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Mudah-mudahan Allah memudahkan semua langkah Pak Jokowi menjadi Presiden pada periode 2019-2024
Solo (Antaranews Jateng) - Pendiri Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) Khofifah Indar Parawansa mengatakan para ibu JKSN bisa berlajar dari resep ibunda Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo, yang mempunyai putra prestasi cemerlang.
     
"Ibu-ibu JKSN bisa belajar bagaimana resepnya ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo, yang mempunyai putra bernama Pak Jokowi, dan berawal menjadi wali kota, kemudian naik gubernur, dan sekarang Presiden RI dengan prestasi cemerlang," katanya saat menghadiri Deklarasi JKSN Se-Solo Raya di GOR Sritex Arena Solo, Sabtu.
    

Deklarasi JKSN se-Solo Raya, selain dihadiri Khofifah yang juga Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu, juga ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo bersama tiga putrinya, Iit Sriyantini, Ida Yati, Titik Relawati, serta ribuan kiai dan santri se-Solo Raya.    
     
Ia mengharapkan Jokowi memang pemilu untuk menjabat Presiden RI periode lima tahun ke depan.

"Mudah-mudahan Allah memudahkan semua langkah Pak Jokowi menjadi Presiden pada periode 2019-2024," kata Khofifah.
     
Pada kesempatan itu, Khofifah juga mengaku pernah ke lokasi Freeport dan Blok Mahakam yang dahulu dikuasai perusahaan asing, akan tetapi dalam kepemimpinan pemerintahan Presiden Jokowi dikembalikan ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Saya yakin kiai dan santri yang hadir acara deklarasi JKSN merupakan hamba Allah yang pandai mensyukuri nikmat Allah. Supaya Allah menambahkan kenikmatan yang lebih besar," klata Khofifah.

Pemerintahan Presiden Jokowi, katanya, juga membangun jalan tol. Jalan Tol dari Surabaya ke Solo sekarang hanya ditempuh tidak sampai dua jam.

Hasil-hasil pembangunan itu, katanya, harus disampaikan juga kepada mereka yang saat ini kurang bisa mensyukluri nikmat Allah.
     
Khofifah mengatakan JKSN merupakan jaringan kiai santri bersifat rasional. Mereka yang tidak ikut dengan relawan-relawan lain bisa bergabung dalam jaringan itu.
     
Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan tentang pembentukan JKSN yang sebetulnya dari ponpes NU.

"Jadi sebenarnya proses ini, berjalan secara nasional. Bahkan, beberapa pimpinan NU di luar negeri datang untuk melakukan deklarasi, seperti di Malaysia, Taiwan dan Hong Kong," katanya.
 
Ia mengatakan deklarasi di Malaysia mempunyai potensial suara sekitar 600 ribu, Hong Kong 300 ribu.

 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar