KPU Batang susun daftar pemilih tambahan dan khusus

id KPU Batang, DPT tambahan

KPU Batang susun daftar pemilih tambahan dan khusus

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Batang Nur Tofan. (Foto: Kutnadi)

Batang (Antaranews Jateng) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Batang, Jawa Tengah, segera menyusun daftar pemilih tambahan dan khusus bagi pemilih yang sudah terdaftar pada daftar pemilih tetap (DPT) namun karena keadaan tertentu tidak bisa menggunakan hak pilihnya di TPS bersangkutan.

Ketua KPU Kabupaten Batang Nur Tofan di Batang, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan formulir A5 bagi pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya di TPS yang bersangkutan atau sesuai dengan identitas kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Misalnya mahasiswa, santri, atau pekerja yang tidak mungkin pulang ke kampung halamannya meski diliburkan saat pelaksanaan Pemilu 2019. Nah, bagi mereka tidak dapat pulang ke rumah asal sesuai e-KTP dapat mengurus daftar pemilih pindahan," katanya.

Menurut dia, pemilih akan diberikan formulir A5 atau surat pindah pemilih dan formulir A5 itu nanti diserahkan pada KPU tujuan ataupun PPS yang dituju kemudian pemilih bersangkutan akan dimasukkan pada daftar pemilih tambahan. 

"Oleh karena, meski tidak bisa memilih di TPS dimana yang bersangkutan terdaftar, namun mereka dapat memilih di TPS dimana yang bersangkutan berada pada saat pemungutan suara," katanya,

Formulir A5 itu, kata dia, memuat informasi antara lain identitas pemilih yang terdiri atas nomor induk kependudukan, nama, jenis kelamin, tanggal lahir dan alamat tempat tinggal pemilih,  TPS asal pemilih, alamat dan TPS tujuan, serta jenis surat suara yang diterima oleh pemilih.

"Apabila yang bersangkutan sudah memutuskan pindah memilih dan mengurus dokumen pindah memilih ke TPS yang dituju maka di daerah asalnya akan dihapus datanya. Maknanya adalah DPT nanti bisa berkurang tapi substansi jumlah tetap utuhnya, tetap sama namun terjadi pergeseran," katanya.

Ia mengatakan daftar pemilih khusus adalah pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih dalam DPT dan daftar pemilih tambahan namun memenuhi syarat sebagai pemilih. 

Biasanya, kata dia, pemilih bersangkutan belum memiliki KTP elektronik atau surat keterangan, atau belum melakukan perekaman KTP elektronik.

"Pemilih khusus ini untuk mengakomodasi pemilih pemilih yang belum tercatat pada DPT, misalnya yang bersangkutan karena belum melakukan perekaman KTP," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar