Tercepat kurangi kemiskinan, Jateng jadi tujuan studi banding

id studi banding wagub sumsel

Tercepat kurangi kemiskinan, Jateng jadi tujuan studi banding

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kiri) dan Wagub Sumatera Selatan Mawardi Yahya bertukar cenderamata. (Foto: Dok.Humas Pemprov Jateng)

Semarang (Antaranews Jateng) - Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah tujuan studi banding Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan beberapa pemerintah daerah di provinsi setempat karena dinilai cepat dalam menurunkan angka kemiskinan.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen didampingi Kepala Bappeda Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko menerima kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya di Gedung B lantai 5 Komplek kantor gubernur di Semarang, Kamis.

Turut serta dalam studi banding Gubernur Sumsel ke Provinsi Jateng antara lain, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustina, Wakil Bupati Musi Rawas Suwarti, Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Maulana, Wakil Bupati Lahat Haryanto, Wakil Bupati Muara Enim Juarsah, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Djakfar Shodiq, Wakil Bupati Ogan Komering Ulu Johan Anuar.

Mawardi Yahya yang pernah menjabat sebagai Bupati Ogan Ilir selama dua periode itu menjelaskan tujuan kedatangannya ke Provinsi Jateng untuk belajar cara mengatasi permasalahan kemiskinan dengan cepat.

Pihaknya mengetahui jika Provinsi Jateng merupakan provinsi di Indonesia yang paling cepat dal menurunkan angka kemiskinannya dibandingkan dengan provinsi lain.

"Kami tidak menampik, siapa yang mampu lebih cepat menurunkan kemiskinan, kami juga tidak gengsi untuk belajar ke Jateng, Sumatera Selatan sangat jauh dari Jateng. Meski kami memiliki sumber daya alam seperti perkebunan, gas, pertanian, dan batubara, kami ingin sejahterakan masyarakat," katanya.

Angka kemiskinan di Sumatera Selatan, lanjut dia, sudah melebihi rata-rata nasional, sedangkan indeks pembangunan manusia di angka 23.

Wagub Mawardi berharap dalam lima tahun kepemimpinannya, angka kemiskinan dapat ditekan.
 
"Kami mengajak wakil bupati, wakil walikota, Bappeda dan beberapa OPD agar mereka menjadi barisan terdepan dalam menanggulangi kemiskinan di Sumatera Selatan. Setelah dari Semarang, kami akan berkunjung ke pusat pembibitan udang terbesar di Jepara, jemudian ke Sragen," ujarnya.

Wagub Jateng Taj Yasin menyampaikan jika angka kemiskinan di Jateng dapat ditekan karena kerja keras dan kerja sama dengan seluruh OPD dan instansi terkait lainnya, walaupun penyumbang itu ada di kabupaten/kota.

"Penurunan angka dimulai 2017 akhir sampai Maret 2018. Nominalnya masih tinggi 3,8 juta di nomor dua terakhir di Indonesia. Penurunan selama tiga bulan, ada 0,12 persen sejak saya dan Pak Ganjar Pranowo dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur," katanya.

Perbaikan data, kata Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu juga dilakukan misalnya, warga yang seharusnya tidak menerima bantuan tapi menerima, juga sudah dihapus dan izin usaha kecil menengah (UKM) juga dipermudah dengan konsep jemput bola, bahkan seluruh OPD pun keroyokan untuk mengatasi masalah kemiskinan.

"Upaya yang kami lakukan juga tidak hanya di pemerintah, tapi juga melibatkan dunia industri dan perguruan tinggi. Penangangannya tiap daerah juga berbeda-beda yakni dengan ditelaah dan dipelajari, sehingga memunculkan penanganan yang akurat. Koordinasi dengan kabupaten/kota juga intensif," ujarnya.

Kepala Bappeda Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menambahkan saat ini Jateng memasuki bonus demografi sehingga dalam kondisi makro, pertumbuhan di atas rata-rata nasional, atau di atas angka 5,27 persen.

"Meski secara nasional pelan-pelan naik, masih butuh 'effort', transaksi ekspor pun defisit, meski tetap tumbuh dan naik sembilan persen, sedangkan kenaikan impor justru 38 persen," katanya. (LHP)
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar