Debby akui kecewa kalah di Istora pada penghujung karirnya

id debby

Debby akui kecewa kalah di Istora pada penghujung karirnya

Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Debby Susanto mengakhiri karirnya sebagai atlet dalam pertandingan pertama Indonesia Masters 2019. Debby yang berpasangan dengan Ronald Alexander kalah dari ganda Jerman Mark Lamfuss/Isabel Herttrich dalam dua gim langsung 15-21, 13-21 selama 33 menit turnamen tingkat Super 500 itu. (Humas PBSI)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Debby Susanto mengaku kecewa karena harus kalah dalam pertandingan putaran pertama Indonesia Masters 2019 yang menjadi akhir perjalanan karirnya sebagai atlet bulu tangkis.

"Pertandingan tadi tidak berjalan sesuai dengan yang kami rencanakan. Pola permainan kami tidak keluar dan kami sering salah komunikasi pada gim kedua," kata Debby selepas pertandingan di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Selasa malam.

Pasangan ganda campuran Ronald Alexander/Debby Susanto kalah dari ganda Jerman Mark Lamfuss/Isabel Herttrich dalam dua gim langsung 15-21, 13-21 selama 33 menit turnamen tingkat Super 500 itu.

"Tentu hasil hari ini di luar harapan kami sebelumnya. Saya pernah mengalahkan pasangan Jerman itu ketika berpasangan dengan pemain lain dan secara pertemuan masih unggul," kata pemain berusia 29 tahun itu.

Debby mengaku tidak berharap berpasangan dengan Praveen Jordan dalam penampilan terakhirnya sebagai pemain bulu tangkis menyusul persaingan ketat menuju poin kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

"Banyak orang yang meminta saya untuk bermain terakhir kali bersama Praveen Jordan. Tapi, saya menyadari dia juga harus banyak tampil dan bermain konsisten menuju Olimpiade," kata pemain asal Palembang, Sumatera Selatan itu.

Pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto sempat meraih gelar juara All England 2016 dengan mengalahkan ganda Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen 21-12, 21-17.
 
Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Debby Susanto mengakhiri karirnya sebagai atlet dalam pertandingan pertama Indonesia Masters 2019. Debby yang berpasangan dengan Ronald Alexander kalah dari ganda Jerman Mark Lamfuss/Isabel Herttrich dalam dua gim langsung 15-21, 13-21 selama 33 menit turnamen tingkat Super 500 itu. (Antara/Imam Santoso)



"Permainan Praveen dengan Melati Daeva Oktavianti sudah cukup bagus karena komunikasi mereka di dalam dan di luar ruangan sudah bagus. Mereka masih berpeluang untuk meraih gelar juara dalam berbagai turnamen, lebih dari apa yang saya dapatkan bersama Praveen," katanya.

Debby mengaku belum terpikir untuk kembali ke bulu tangkis, baik sebagai atlet ataupun tim pendukung di pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ataupun klubnya di PB Djarum Kudus.

"Saya belum ada rencana berikutnya. Saat ini, saya hanya ingin fokus kepada keluarga. Jujur saya jarang pulang ke rumah meskipun sudah berumah tangga," ujar pemain yang mengabiskan 17 tahun dalam bulu tangkis itu.

Namun, Debby akan selalu merindukan masa selama berlatih dan bertanding sebagai atlet bulu tangkis selepas memutuskan untuk "gantung raket".

"Tentu, saya masih ingin mendapat medali Olimpiade atau juara dunia. Tapi, saya tidak ingin terfokus pada hal itu karena saya sudah cukup puas dengan apa yang saya dapatkan sampai sekarang. Saya tidak melihat apa yang saya dapatkan dari hasilnya, tetapi dari proses yang telah saya lalui," ujarnya.

Debby berpesan kepada atlet-atlet muda lain di pelatnas PBSI untuk terus bermain secara konsisten agar mengejar prestasi dalam berbagai kejuaraan internasional.

"Selepas ini, tidak ada lagi Liliyana Natsir. Atlet-atlet lain ganda campuran harus menciptakan nama baru dalam ganda campuran dan secepat mungkin regenerasi. Pemain-pemain lain sudah tidak muda lagi karena peta persaingan sudah sesuai umur mereka," kata Debby. 

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar