PDAM Surakarta targetkan debitnya jadi 300 liter/detik

id Pdam, survei pelanggan

PDAM Surakarta targetkan debitnya jadi 300 liter/detik

Paparan Survei Kepuasaan Pelanggan Tahun 2018 di Swiss-Belinn Hotel Solo (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta, Jawa Tengah, menargetkan peningkatan kapasitas produksi air untuk para pelanggan, dari 100 liter/detik menjadi 300 liter/detik.
 
"Harapannya dengan adanya peningkatan produksi ini masyarakat khususnya pelanggan makin puas dengan pelayanan kami," kata Direktur PDAM Surakarta Muryanto pada Paparan Survei Kepuasaan Pelanggan Tahun 2018 di Swiss-Belinn Hotel Solo, Rabu.
 
Ia mengatakan upaya lain yang dilakukan, yaitu di kawasan Solo Utara juga dilakukan penambahan kualitas serta kuantitas tekanan air, dengan pemasangan pipa sebanyak 50 pipa.
 
Selain itu, dikatakannya, peningkatan pelayanan lainnya yaitu PDAM Surakarta melakukan pembersihan pipa satu minggu sekali, tepatnya pada hari Jumat malam. Menurut dia, pembersihan tersebut untuk memastikan kejernihan air.
 
"Sejauh ini dari pelayanan yang kami berikan para pelanggan sudah cukup buas. Bahkan dari sisi warna air juga cukup puas," katanya.
 
Sementara itu, terkait dengan hasil survei kepuasan pelanggan terhadap PDAM di Surakarta berada di skala 0,67 atau masuk kategori puas.
 
"Ini lebih baik jika dibandingkan dengan target awal kami, yaitu cukup puas," katanya.
 
Ia mengakui wilayah Kota Solo yang paling rendah tingkat kepuasaannya yaitu di Solo bagian timur dan bagian selatan.
 
"Oleh karena itu kami menambah kapasitas produksi di Semanggi, di mana untuk suplai air yang diproduksi dari Sungai Bengawan Solo," katanya.
 
Ia berharap dengan adanya peningkatan layanan tersebut dapat meningkatkan kepuasan pelanggan di sejumlah daerah, di antaranya Semanggi, Joyontakan, dan Joyosuran.
 
Mengenai survei tersebut Direktur Akademi Teknik Tirta Wiyata (Akatirta) Awaluddin Setya Aji mengatakan survei dilakukan selama dua bulan di tahun lalu.
 
"Kalau untuk tingkat kepuasan tertinggi, yaitu di skala 0,81 sampai 1. Sedangkan Kota Solo di level 0,67," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar