Pengamat: Materi pariwisata perlu dimunculkan pada debat capres

id debat

Pengamat: Materi pariwisata perlu dimunculkan pada debat capres

Pengamat Pariwisata Universitas Jenderal Soedirman, Chusmeru (wuryanti puspitasari)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman, Chusmeru mengingatkan bahwa materi mengenai strategi pengembangan pariwisata perlu dimunculkan pada debat calon presiden dan wakil presiden.

"Sesi debat capres dan cawapres belum secara eksplisit mencantumkan pariwisata sebagai salah satu tema debat. Padahal pariwisata saat ini diakui telah menyumbang devisa negara yang diperhitungkan di sektor nonmigas," katanya di Purwokerto, Senin. ? Menurut dia, materi debat capres maupun cawapres mestinya memunculkan visi misi yang jelas di sektor pariwisata. 

"Materi debat tentang pariwisata dapat dimunculkan di sesi debat kedua, ketiga, atau debat-debat berikutnya," katanya. 

Dia menjelaskan, menurut jadwal, tema debat kedua antara lain tentang infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

"Capres dan cawapres dapat menyampaikan bagaimana program mereka terkait pembangunan infrastruktur di bidang pariwisata. Selama ini banyak destinasi wisata di daerah yang masih rendah aksesibilitasnya, karena infrastruktur yang belum memadai," katanya. 

Selain itu, kata dia, bisa juga menyampaikan visi misi upaya menggali potensi sumber daya alam untuk dikembangkan sebagai potensi wisata dengan mengedepankan aspek kelestarian lingkungan.

"Bukan pariwisata yang merusak serta menimbulkan konflik lingkungan. Capres dan cawapres harus punya visi misi tentang ekoturisme, pariwisata berkelanjutan, maupun pariwisata hijau," katanya.

Misalnya lagi, tambah dia, pada tema debat tiga terkait sosial budaya para kandidat bisa menyampaikan komitmen tentang pengembangan pariwisata yang berbasis kearifan lokal dan pengayaan budaya. 

"Diharapkan capres dan cawapres punya visi yang jelas tentang pariwisata yang mendukung pelestarian budaya di daerah," katanya. Sementara pada tema debat keempat yang antara lain berisi tentang hubungan internasional dapat menempatkan pariwisata sebagai sarana diplomasi antarnegara.

"Para calon bisa menyampaikan visi misi mereka tentang pariwisata sebagai komponen dan proses komunikasi internasional sekaligus komunikasi lintasbudaya antar negara," katanya. 

Dia mengatakan pada tema debat yang mengangkat isu ekonomi, kesejahteraan sosial, dan investasi, para capres dan cawapres bisa menyampaikan visi misi mereka tentang kontribusi pariwisata dalam menyumbang devisa negara maupun Pendapatan Asli Daerah. 

"Masih banyak kasus, satu daerah yang berkembang pesat pariwisatanya, namun belum mampu menyejahterakan masyarakatnya. Diperlukan visi pariwisata yang berkeadilan sosial, sehingga masyarakat bukan hanya menjadi penonton di daerah mereka sendiri," katanya.

Iklim investasi, kata dia, juga perlu ditumbuhkembangkan, bukan hanya pada destinasi wisata yang sudah maju, tetapi juga pada destinasi yang potensial. Investasi di sektor pariwisata diharapkan bahkan sampai ke desa, dengan tetap mengutamakan masyarakat setempat.

"Banyak daerah yang memiliki potensi wisata di desa, namun sulit berkembang karena masalah investasi sehingga perlu ditampilkan, bagaimana capres cawapres mengangkat isu desa wisata sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial? ekonomi di desa, serta membangkitkan iklim investasi di desa," katanya.

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar