Musim hujan, petugas medis TSTJ waspadai penyakit pada hewan

id Penyakit hewan, TSTJ

Musim hujan,  petugas medis TSTJ waspadai penyakit pada hewan

Pengunjung TSTJ sedang melihat salah satu koleksi, yaitu Singa betina (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Petugas medis Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta mewaspadai penyakit akibat musim hujan yang diderita oleh sejumlah hewan koleksi kebun binatang tersebut.
 
 "Salah satunya Unta, paling sering kena diare karena makan daun asem yang jatuh dari pohon dan masuk ke kandang mereka," kata salah satu Dokter Hewan TSTJ Siti Nuraini di Solo, Senin.
 
Ia mengatakan untuk penyakit tersebut, pawang biasanya sudah langsung tahu dengan melihat kotoran yang dikeluarkan oleh Unta.
 
"Mereka tahu itu diare karena makanan atau bakteri. Untuk pengobatannya seperti manusia, kami berikan obat diare namun takarannya berbeda dengan manusia," katanya.
 
Penyakit lain yang juga sering terjadi, dikatakannya, penyakit kembung pada Kuda. Menurut dia, Kuda merupakan salah satu jenis hewan yang tidak tahan dengan rasa sakit sehingga ketika terkena kembung Kuda akan kolik atau berguling-guling.
 
"Kalau sudah begitu akan kami berikan suntikan antikembung dan minyak kayu putih, perawatan juga seperti manusia," katanya.
 
Untuk menghindari penyakit parah, pihaknya juga memastikan kebersihan kandang dengan memberikan desinfektan dan antibiotik secara terjadwal, yaitu dua kali/minggu.
 
"Antibiotik ini untuk membunuh telur-telur cacing. Selain itu, setiap hari kami membersihkan dengan obat antibau," katanya.
 
Sementara itu, pihaknya tidak memberikan suplemen kepada hewan. Menurut dia, cukup dengan memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan hewan maka kesehatan akan terjaga.
 
"Misalnya kalau macan, takaran makanan untuk usia pertumbuhan dan dewasa berbeda. Kalau di sini rata-rata dewasa, konsumsi makanan 10 persen dari berat badan mereka. Rata-rata usia mereka 60 kg namun kami berikan daging sekitar 4,5 kg/hari," katanya.
 
Mengenai kebutuhan makanan untuk seluruh hewan yang ada di TSTJ, dalam satu hari ada sekitar 45-50 jenis, di antaranya daging ayam, daging sapi, ikan, rumput, bekatul, kacang, sayur, buah, dan pelet.
 
"Seperti daging ayam bisa sampai 20 kg/hari dan rumput kolonjono sampai 1.200 kg/hari. Kalau setiap bulannya biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan makanan hewan di TSTJ bisa mencapai Rp120 juta," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar