Bawaslu RI: Masa kampanye berjalan dengan baik (VIDEO)

id bawaslu masa kampanye

Bawaslu RI: Masa kampanye berjalan dengan baik (VIDEO)

Ketua Bawaslu RI Abhan saat memberikan sambutan pada acara tasyarakuran peresmian kantor baru Bawaslu Kabupaten Banyumas yang berlokasi di Jalan A. Yani, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (19/1/2019). (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Masa kampanye Pemilu Serentak 2019 yang berlangsung sejak tanggal 23 September 2018 sampai sekarang berjalan dengan baik, kata Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Abhan.
"Mudah-mudahan di sisa waktu kampanye sampai tanggal 13 April juga tetap kondusif, tetap menjaga kedamaian," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.

Abhan mengatakan hal itu kepada wartawan usai peresmian kantor baru Bawaslu Kabupaten Banyumas yang berlokasi di Jalan A. Yani, Purwokerto.

Bahkan, kata dia, hingga pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal 17 April 2019 juga diharapkan tetap damai.

Disinggung mengenai potensi yang perlu diwaspadai, dia mengatakan pihaknya berupaya mengantisipasi seluruh potensi agar tidak terjadi pelanggaran.

Menurut dia, pelanggaran yang paling banyak ditemukan berupa administrasi alat peraga kampanye (APK).

"Yang masih banyak terjadi itu (pelanggaran APK, red.), jumlah APK yang melebihi ketentuan PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum), kemudian APK yang dipasang di tempat-tempat yang dilarang peraturan daerah, peraturan bupati, atau peraturan wali kota," ungkapnya.

Terkait dengan berita hoaks, Abhan mengatakan ada yang ditangani Bawaslu RI karena pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan platform media sosial yang ada di Indonesia seperti "Facebook", "Twitter", dan "Whatsapp".

Selain dengan platform media sosial, kata dia, pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika agar dilakukan penutupan (take down) terhadap akun-akun media sosial yang menyebarkan hoaks.

 

"Sudah banyak yang dilakukan `take down`. Otomatis begitu ada akun-akun media sosial yang menyebarkan ujaran kebencian dan menurut kajian kami ada pelanggaran, kami langsung sampaikan ke platform untuk di-`take down`," tuturnya.

Ia mengatakan secara umum, akun-akun yang telah ditutup itu diketahui menyebarkan informasi yang tidak benar, mengadu domba, dan sebagainya.

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar