BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto dekatkan pelayanan bagi pekerja

id bpjs ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto dekatkan pelayanan bagi pekerja

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Agus Widiyanto saat mengunjungi gerai layanan BPJS Ketenagakerjaan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Banyumas, Jumat (18/1/2019) sore. (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Purwokerto mendekatkan pelayanan bagi pekerja dengan membuka gerai BPJS Ketenagakerjaan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
"Kami membuka layanan pendaftaran kepesertaan pekerja PU (penerima upah) dan BPU (bukan penerima upah), pembayaran jasa konstruksi, serta pendaftaran perlindungan pekerja migran Indonesia," kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Agus Widiyanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat sore.

Dia mengatakan hal itu kepada Antara di sela peresmian Mal Pelayanan Publik Kabupaten Banyumas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin.

Oleh karena Mal Pelayanan Publik di Jawa Tengah baru ada satu, dia mengharapkan pekerja dari kabupaten lainnya bisa datang ke Mal Pelayanan Publik Kabupaten Banyumas untuk mendapatkan layanan BPJS Ketenagakerjaan.

"Hadirnya Mal Pelayanan Publik memberikan kemudahan pelayanan karena orang cukup datang ke satu tempat, tidak perlu ke mana-mana, sehingga bisa lebih cepat," katanya.

Disinggung mengenai target kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto pada tahun 2019, dia mengatakan pihaknya masih menunggu target yang akan diluncurkan Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan pekan depan.

Menurut dia, jumlah peserta jaminan sosial tersebut di wilayah BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara hingga tahun 2018 mencapai ksiaran 121.000 pekerja penerima upah dari sekitar 2.300 perusahaan, sedangkan untuk pekerja bukan penerima upah mencapai kisaran 12.000 orang.

"Rata-rata perusahaan di wilayah BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto sudah memasukkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun kalau untuk pekerja sektor informal, khususnya pekerja bukan penerima upah, masih banyak yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan menyisir pekerja sektor informal atau pekerja bukan penerima upah agar mereka mau menjadi peserta BPJS Ketenagkerjaan.   
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar