Terbuka untuk investasi properti, Surakarta usulkan 0 hektare sawah lestari

id Pemkot, solo, industri

Terbuka untuk investasi properti, Surakarta usulkan 0 hektare sawah lestari

Kepala DPMPTSP Kota Surakarta Toto Amanto (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta menyatakan Kota Solo masih terbuka untuk investasi properti, seperti hotel dan apartemen.

"Properti lain, di antaranya fasilitas pendidikan dan rumah sakit," kata Kepala DPMPTSP Kota Surakarta Toto Amanto di Solo, Kamis.

Untuk investasi tersebut, pihaknya masih membuka lahan di wilayah Solo utara karena lahan kosong di area tersebut masih cukup luas. Sedangkan untuk area lain sudah cukup padat bangunan.

Sedangkan untuk kawasan industri, dikatakannya, saat ini sudah tidak lagi tersedia di Kota Solo.

"Terkait dengan RTRW (rencana tata ruang wilayah, red), kami tidak ada lahan hijau lagi atau sawah berkelanjutan. Kalaupun ada itu bukan sawah lestari," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya sudah mengajukan usulan 0 hektare untuk keberadaan sawah lestari sehingga lahan untuk industri bisa lebih optimal.

"Dulu, berdasarkan Perda Provinsi luas lahan hijau di Kota Solo masih sekitar 181 hektare, padahal secara `de facto` (fakta, red) hanya?30-40?hektare. Secara `de facto` lagi lahan hijau ini bukan berupa padi tetapi sudah batu beton dan perumahan," katanya.

Oleh karena itu, dikatakannya, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memiliki usulan terkait 0 hektare tersebut.

"Saat ini usulan tersebut sudah diterima tetapi masih dalam proses di sana. Kalau ditetapkan sebagai perda maka bisa saja kami akan buka lahan kosong," katanya.

Sebelumnya, mengenai realisasi investasi Kota Solo pada periode Januari-Agustus?2018?sebesar Rp1,4 triliun. Sedangkan pascapenerapan sistem "online single submission" (OSS) yang sudah langsung terhubung ke pusat, penghitungan realisasi investasi secara terinci dilakukan pemerintah pusat. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar