Bantuan pangan nontunai bantu turunkan kemiskinan di Jateng

id Bps

Bantuan pangan nontunai bantu turunkan kemiskinan di Jateng

Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono (Foto: I.C.Senjaya)

Semarang, (Antaranews Jateng) - Badan Pusat Statistik (BPS) menduga penyaluran bantuan pangan nontunai menjadi salah satu faktor yang membantu penurunan kemiskinan di Jawa Tengah selama periode Maret hingga September 2018.
     
"Bantuan pangan nontunai didistribusikan secara lancar selama periode Juni hingga September 2018," kata Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono di Semarang, Selasa.
       
BPS mencatat jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2018 mencapai 3,87 juta jiwa.
       
Jumlah tersebut, lanjut dia, lebih rendah di banding kondisi Maret 2018 yang mencapai 3,9 juta jiwa.
       
Menurut dia, penurunan tersebut terjadi di perdesaan maupun perkotaan.
       
Adapun besaran garis kemiskinan, lanjut dia, pada periode Maret hingga September 2018 mengalami peningkatan dari Rp350.875 menjadi Rp357.600.
       
Ia mengungkapkan komoditas makanan, seperti beras dan rokok menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan tersebut.
       
Sementara jika dilihat dari indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan, kata dia, kondisi di perdesaan jauh lebih tinggi di banding di perkotaan.
     
Indek kedalaman kemiskinan di perdesaan pada September 2018 tercatat mencapai 1,829 poin, lebih tinggi di banding di perkotaan yang mencapai 1,433 poin.
       
Sedangkan indeks keparahan kemiskinan di perkotaan mencapai 0,302 poin, lebih rendah di banding perdesaan yang sebesar 0,384 poin.
     
 "Kalau akan menargetkan 'single digit' pada 2023, maka tingkat penurunan di perdesaan harus dikejar," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar