Begini cara Bank Sampah Solo ajak masyarakat tingkatkan kesejahteraan

id Bank sampah

Begini cara Bank Sampah Solo ajak masyarakat tingkatkan kesejahteraan

Peserta Komunitas Bank Sampah sedang mengikuti kegiatan memanfaatkan koran bekas menjadi produk bermanfaat di POP! Hotel Surakarta (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Komunitas Bank Sampah Kerja Nyata Soloraya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dengan cara memanfaatkan sampah menjadi barang yang berguna.

"Berawal dari keprihatinan saya terhadap lingkungan, saya ingin mengajak masyarakat mengolah sampah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Paling tidak bisa membantu meringankan pengeluaran mereka," kata Ketua Komunitas Bank Sampah Kerja Nyata Soloraya Denok Marty Astuti di sela kegiatan "Upcycle Workshop" Memanfaatkan Koran Bekas di Surakarta, Selasa.

Ia mengatakan mulai merintis komunitas tersebut sejak 1,5 tahun lalu dan saat ini mantan karyawan swasta ini mampu menggerakkan warga di kampungnya di Kawasan Jalan Slamet Riyadi Surakarta untuk peduli terhadap sampah.

"Setiap hari mereka memilah sampah untuk kemudian setiap dua minggu sekali disetorkan ke Bank Sampah. Selanjutnya uang yang mereka perbisa digunakan untuk berbagai macam keperluan, di antaranya membayar BPJS Kesehatan, bayar listrik, dan bayar air," katanya.

Bahkan, saat ini pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) untuk mengajak masyarakat menabung emas dari pemasukan memilah sampah.

Mengenai volume sampah yang masuk ke Bank Sampah cukup besar. Bahkan, selama bulan Desember lalu volume sampah yang sudah dipilah masyarakat mencapai?800?kg.

"Coba bayangkan kalau?800?kg sampah ini terbuang percuma. Pasti akan sangat mencemari lingkungan," katanya.

Selanjutnya, berbagai barang yang masuk tersebut disetorkan ke pengepul kemudian dibawa ke pabrik untuk dijadikan berbagai barang daur ulang.

"Jadi sifatnya Bank Sampah ini hanya sebagai penyambung antara masyarakat dengan pengepul. Untuk setiap barang yang dipilah harganya berbeda-beda," katanya.

Ia mengatakan seperti sampah pecahan kaca dihargai Rp200/kg, koran bekas Rp2.500/kg, dan alumunium harganya sampai Rp7.000/kg.

Sedangkan untuk sampah sisa makanan diolah menjadi pupuk kompos dalam bentuk cair dan padat. Ia mengatakan untuk pupuk cair dalam satu hari produksinya bisa mencapai?30-50?liter.?

"Kalau untuk pupuk padat dalam satu bulan bisa memproduksi 50 kg. Ini sebagian dijual, sebagian lagi digunakan sendiri," katanya.

Sementara itu, pada kegiatan di hotel tersebut, ia ingin mengajak hotel untuk lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan sampah menjadi produk yang berguna.

Pada kesempatan yang sama, General Manajer HARIS POP! Hotel and Convention Solo Yudi Alamsyah mengatakan dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut, hotel yang ada di Kawasan Jalan Slamet Riyadi itu makin dikenal sebagai hotel yang ramah lingkungan.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar