340 ribu anak di Semarang belum miliki KIA

id disdukcapil

340 ribu anak di Semarang belum miliki KIA

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang Adi Trihananto (Foto: Zuhdiar Laeis)

Semarang (Antaranews Jateng) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang menyebutkan masih ada 340 ribu anak yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).
 
"Jumlah anak di Kota Semarang ini kurang lebih 400 ribu. Sampai hari ini, kami baru melayani 60 ribu KIA," kata Kepala Disdukcapil Kota Semarang Adi Trihananto di Semarang, Jumat.

Menurut dia, persyaratan pembuatan KIA tidaklah sulit, yakni diawali dengan adanya permohonan, serta melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (KK), surat nikah orang tua, dan pasfoto.

Untuk pasfoto, kata dia, anak yang memiliki kelahiran tahun ganjil fotonya berlatar belakang merah, sementara kelahiran tahun genap berlatar belakang biru untuk membedakan.

"Untuk pencetakannya, tidak ada masalah. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), memang targetnya cukup tinggi," katanya.

Diakuinya, KIA menjadi titik lemah pelayanan Disdukcapil Kota Semarang dengan target tinggi, namun mulai 2019 ini akan terus digenjot agar mencapai target.

"Setelah KTP elektronik (e-KTP) 'clear, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) dan Pileg 2019 terlewati, konsentrasi kami ke KIA," katanya.

Dari 400 ribu anak yang ada di Kota Semarang, kata dia, targetnya setidaknya 125 anak di antaranya sudah memiliki KIA.

"Kalau blangko, dan lainnya tersedia. Insya Allah, 2019 ini kami memperoleh anggaran cukup untuk beberapa peralatan sehingga insya Allah semakin baik," katanya.

Adi menjelaskan pentingnya KIA untuk perlindungan dan identitas bagi anak yang belum berusia 17 tahun atau belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Ya, KIA ini bisa digunakan untuk membuka rekening bank, pembelian tiket pesawat, kereta api (KA). Jadi, tidak perlu membawa Kartu Keluarga (KK). Kan tidak praktis," katanya. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar