Stiker caleg pada angkutan di Batang dicopoti

id APK Pekalongan, Rabu

Stiker caleg pada angkutan di Batang dicopoti

Tim petugas gabungan melakukan penertiban alat peraga kampanye di sejumlah titik. Rabu. (Foto Kutnadi)

Pekalongan (Antaranews Jateng) - Tim petugas gabungan yang terdiri atas Badan Pengawas Pemilu, Satuan Politik Pamong Praja, Dinas Perhubungan dan Kepolisian Kota Pekalongan, Jawa Tengah, merazia angkutan umum dengan mencopoti stiker atau branding kampanye calon anggota legislatif ataupun calon presiden, Rabu.

 Ketua Bawaslu Kota Pekalongan Sugiharto di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa penindakan penertiban tersebut berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 23 Tahun 2018 dan Peraturan Badan Pengawas Pemilu Nomor 28 Tahun 2018 tentang Metode Kampanye.
 
"Pada masa kampanye ini Bawaslu banyak menemukan gambar caleg di angkot. Oleh karena, untuk menindaklanjuti hal tersebut maka tim petugas gabungan melakukan penertiban APK yang terpasang di angkot," katanya.
 
Pada kegiatan lain yaitu diatur mobil milik pribadi atau milik pengurus partai politik yang berlogo parpol peserta Pemilu 2019 dan ditegaskan pada Surat Badan Pengawas Pemilu Nomor 1990/K.Bawaslu/PM.00.00/XI/2018.
 
"Pada pasal itu berisi pelarangan peserta pemilu, pelaksana kampanye, dan tim kampanye memasang stiker atau branding yang memuat citra diri, identitas, ciri–ciri khusus atau karakteristik peserta pemilu pada kendaraan transportasi umum dan kendaraan milik pemerintah," katanya.
   
Penertiban APK ini, antara lain dilakukan di Terminal Kota Pekalongan, Jalan Kurinci, dan Jalan Progo.

 Sopir angkutan kota Wahudin mengaku menerima uang Rp200.000 untuk pemasangan foto caleg di kaca belakang angkutan hingga selesainya masa kampanye. 
 
"Saya tidak tahu kalau ini sebetulnya melanggar peraturan dan tidak boleh memasang foto caleg di kaca angkutan," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar