Pemkot Pekalongan pasang garis kejut di "interchange" tol Sokoduwet

id Interchange tol, garis kejut

Pemkot Pekalongan pasang garis kejut di

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz didampingi Kepala Seksi Rekayasa Manajemen Lalu Lintas Badarusamsi meninjau pemasangan garis kejut di sepanjang jalur interchange tol Sokoduwet. (Foto Kutnadi)

Pekalongan (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memasang garis kejut di tiga titik sepanjang jalur interchange tol Kelurahan Sokoduwet sebagai upaya mengantisipasi kecelakaan di jalan itu.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa pemasangan  garis kejut tersebut karena ada permintaan dan pengaduan dari masyarakat mengenai keamanan dan keselamatan di sepanjang jalan keluar masuk tol Sokoduwet hingga depan pasar Grosir Batik Setono.

 "Garis kejut tersebut dipasang pada tiga lokasi yaitu di titik sebelum dan sesudah U turn dan perempatan Jalan Ampera. Pemasangan garis kejut ini sekaligus bertujuan mengantisipasi kecelakaan di jalan itu," katanya.

Selain memsang garis kejut, kata dia, pemkot juga memasang beberapa rambu-rambu peringatan untuk pengguna jalan, terutama untuk pengemudi mobil.

Kepala Seksi Rekayasa Manajemen Lalu Lintas Badarusamsi mengatakan untuk rambu kecepatan sudah dipasang pada jarak 50 meter, 100 meter, dan 500 meter. 
 
"Pemasangan rambu batas kecepatan ini dipasang agar pengendara dari arah utara dan selatan bisa mengurangi kecepatan berkendara. Kami mengimbau pengendara agar memacu kendaraannya dengan kecepatan maksimal 45 kilometer per jam," katanya.

 Warga Kelurahan Sokoduwet Saiful Mubarishi mengatakan masyarakat mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh pemerintah kota terkait dengan dipasangnya garis kejut di sepanjang jalur interchange tol tersebut.

Setelah dibangunnya dan dibukanya jalur interchange tol Sokoduwet, kata dia, banyak pengemudi kendaraan yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi sehingga hal itu rawan menimbulkan kecelakaan.

"Oleh karena, kami menyambut baik dengan dipasangnya garis kejut itu agar pengemudi tidak melajukan kendaraannya dengan cepat, apalagi di jalan itu berdekatan dengan perkampungan yang masih melewati jalan itu," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar