Umat diminta tidak larut dalam pertarungan politik

id noor achmad,majt

Umat diminta tidak larut dalam pertarungan politik

Dari kiri ke kanan. Prof. Noor Achmad, K.H. Hanief Ismail, dan K.H. Muhammad Zaen Yusuf (Foto: Dok. MAJT)

Semarang (Antaranews Jateng) - Ketua DPP Masjid Agung Jawa Tengah Prof. K.H. Noor Achmad mengajak umat di Jawa Tengah tidak larut dalam pertarungan politik antartim sukses yang makin menajam, terutama perang opini melalui media sosial.

Membingkai perdamaian dalam nuansa Pilpres dan Pileg di 2019, menurut dia di Semarang, Senin, memang bukan hal mudah mengingat pertarungan politik yang makin keras.

Oleh karena itu, ia mengajak warga Jateng tidak larut dalam suasana panas tersebut, tetapi justru mampu menjadi penggerak perdamaian karena masyarakat Jateng terbiasa dengan suasana guyub dan rukun.

Para ulama dan tokoh agama, menurut dia, tiada henti memberi nasihat dan pencerahan tentang pentingnya semua elemen masyarakat menjaga persatuan dan keutuhan umat pada tahun politik.    

"Kita berharap Provinsi Jateng dapat menjadi pelopor perdamaian dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut," kata Noor Achmad yang juga Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam dialog interaktif Ulama Menyapa di TVKU, Senin (31/12). 

Dalam dialog berdurasi 1 jam yang dipandu Myra Azzahra dan mengetengahkan tema Makna Peringatan Tahun Baru dalam Perspektif Islam itu, tampil dua narasumber lain, yakni Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Semarang K.H. Hanief Ismail Lc dan Pimpinan Baznas Jateng K.H. Muhammad Zaen Yusuf, M.M.

Hanief Ismail Lc dan Muhammad Zaen Yusuf menggarisbawahi harapan Noor Achmad. Hanief menyoroti munculnya ‘perang’ ulama di media sosial karena berada di tim sukses yang berbeda. 

"Makanya pada di tahun baru ini, ulama harus bermuhasabah. Ulama juga manusia biasa yang tak lepas dari kekurangsempurnaan," katanya.

Hanief menyatakan prihatin atas munculnya perang opini politik dari dua timsukses capres-cawapres yang makin meruncing sehingga ada yang terjebak membawa agama yang berpotensi memicu perpecahan.

K.H. Muhammad Zaen Yusuf meminta semua elemen masyarakat bersikap arif menyongsong Tahun Politik 2019. "Beda pilihan itu wajar, boleh-boleh saja," katanya. ***

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar