STIKOM Semarang siapkan lulusan tangkal hoaks

id stikom, wisuda

STIKOM Semarang siapkan lulusan tangkal hoaks

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang Gunawan Witjaksana saat memimpin prosesi wisuda yang berlangsung di Hotel Aston Semarang, Kamis (20-12-2018). (Foto: Dok Humas STIKOM)

     Semarang (Antaranews Jateng) - Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang menyiapkan lulusan yang bisa membantu upaya menangkal berita-berita hoaks yang meresahkan masyarakat.

     "Untuk menangkal hoaks, bagaimana membuat mahasiswa paham apa itu komunikasi, melek komunikasi," kata Ketua STIKOM Semarang Drs. Gunawan Witjaksana, M.Si. di Semarang, Kamis.

     Hal tersebut diungkapkannya usai memimpin prosesi Wisuda Ke-37 Program Sarjana STIKOM Semarang yang berlangsung di Hotel Aston Semarang.

     Gunawan mengatakan bahwa lulusan STIKOM Semarang sangat paham betul terhadap konten-konten berita hoaks dan cara menangkalnya karena sudah menjadi makanan sehari-harinya.

     "Mahasiswa diajari secara penuh apa itu komunikasi, fungsi komunikasi, bagaimana memberikan informasi yang informatif, hingga bagaimana berkomunikasi secara etis," katanya.

     Artinya, kata dia, lulusan STIKOM Semarang mampu memproduksi informasi secara etis yang tidak menabrak kepentingan orang lain atau mengganggu hak orang lain.

     Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, diakuinya, berpengaruh besar terhadap kehadiran jurnalisme online, termasuk maraknya konten media sosial.

     "Makanya, kami juga melakukan media trainer berbasis online. Jurnalistik masuk ke jurnalisme online, kami masukkan dalam media kampus STIKOM, kampusnesia.com," katanya.

     Mahasiswa, kata dia, bisa belajar dengan membandingkan konten-konten jurnalisme online dalam kampusnesia.com itu dengan hasil jurnalisme cetak yang ada di Benteng Kampus.

     Bahkan, Gunawan meminta setiap mahasiswa dan lulusan untuk mengunggah berita-berita dari kampusnesia.com itu ke medsos yang dimiliki masing-masing.

     "Setiap mahasiswa, alumni, dan keluarganya kan menggunakan medsos. Entah Twitter, Instagram, dan sebagainya. Kalau berita di kampusnesia.com diunggah setiap hari 'kan makin dikenal," katanya.

     Sampai sekarang, STIKOM Semarang tetap hadir sebagai perguruan tinggi utama kerakyatan dalam bidang komunikasi yang menawarkan pendidikan komunikasi kepada masyarakat.

     "Cukup merakyat, cocok dengan biaya terjangkau tetapi bukan murahan. Ada laboratorium yang di PT lain tidak punya. Jadi, mampu membuat mahasiswa different betul dengan orang lain," katanya.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar