Jepang investor terbesar di Jateng, Rp45 triliun dalam 5 tahun

id Penanaman modal

Jepang investor terbesar di Jateng, Rp45 triliun dalam 5 tahun

Salah seorang warga mencoba mengakses layanan perizinan berbasis daring "Sipanjimas" yang baru diluncurkan di kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Banyumas, Rabu (28/3/2018). (Foto: Dok. Humas Pemkab Banyumas) (Foto: Dok. Humas Pemkab Banyumas/)

Semarang (Antaranews Jateng) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah mencatat Jepang sebagai negara yang mendominasi investasi ke provinsi melalui penanaman modal asing (PMA) selama kurun waktu 5 tahun terakhir ini.

"Selama periode 2013 hingga 2018, Jepang masih menempati peringkat pertama investasi asing berdasarkan asal negara," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo di Semarang, Jumat.

Total investasi dari Jepang yang sudah ditanamkan di Jawa Tengah selama kurun tersebut mencapai 3,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp45 triliun.

Adapun peringkat selanjutnya diduduki Korea Selatan, Britania Raya, Singapura, Malaysia, dan India.

Sementara dilihat dari sektor usahanya, menurut dia, listrik, gas, dan air masih menjadi yang utama dilirik pemodal asing.

Jika dilihat dari sebaran lokasinya, kata dia, Kabupaten Jepara masih menjadi pilihan pertama penanam modal asing dalam berinvestasi.

Hingga triwulan III 2018, kata dia, realisasi investasi dari dalam maupun luar negeri sudah mencapai Rp41,94 triliun, dari target sebesar Rp47,15 triliun.

Dengan sisa waktu yang ada, ia tetap optimistis target invetasi selama 2018 tersebut akan terealisasi.

Secara umum, menurut dia, investasi PMA maupun PMDN yang masuk Jawa Tengah sejak 2011 hingga saat ini mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 56 persen per tahun.

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar