Jelang Pemilu 2019, warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

id apel poskamling

Jelang Pemilu 2019, warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa saat memimpin Apel Kaposkamling di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (14/12/2018) (Foto: Dok. Polres Banjarnegara)

Banjarnegara (Antaranews Jateng) - Warga Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, diminta untuk mewaspadai berita-berita palsu atau hoaks serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Pemilu 2019, kata Kepala Kepolisian Resor Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Polisi Aris Yudha Legawa.

"Dalam menciptakan situasi kamtibmas khususnya di wilayah Mandiraja perlu adanya peran serta berbagai pihak, salah satunya yaitu peran para awak pos kamling (keamanan lingkungan)," katanya di Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jumat.

Kapolres mengatakan hal itu saat Apel Kaposkamling yang diikuti Forum Pimpinan Kecamatan Mandiraja, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta 135 awak pos kamling se-Kecamatan Mandiraja dalam rangka mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk.

Menurut dia, sinergitas antara Kepolisian dan awak pos kamling dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing sangat diperlukan agar masyarakat terhindar dari gangguan kamtibmas.

Selain itu, kata dia, pos kamling merupakan bentuk pengamanan swakarsa yang sangat potensial dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga keberadaan pos kamling perlu ditingkatkan dan dimantapkan.

"Jika menemui adanya gangguan kamtibmas, jangan segan untuk menghubungi Bhabinkamtibmas di desanya ataupun Kepolisian terdekat, juga bisa melalui 'Call Center 110'," katanya.

Ia mengharapkan awak pos kamling selain berperan serta dalam menjaga kamtibmas juga dapat menjadi penyejuk masyarakat menjelang Pemilu 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengajak awak pos kamling untuk mewaspadai adanya berita bohong atau hoaks, isu provokasi, isu SARA, maupun ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban.

"Jangan mudah percaya kepada berita-berita ataupun isu yang belum tentu kebenarannya. Pastikan selalu saring sebelum 'sharing' (membagikan, red.) informasi, dan jangan mudah terpancing isu-isu provokasi," tegasnya. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar