TPID Kudus dinilai mampu kendalikan inflasi

id tpid kudus,dinilai mampu,kendalikan inflasi

TPID Kudus dinilai mampu kendalikan inflasi

Seorang pedagang di Pasar Baru Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tengah menata barang dagangannya. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (Antaranews Jateng) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dinilai mampu mengendalikan harga jual kebutuhan pokok masyarakat yang ditunjukkan dengan tingkat inflasi yang masih terkendali.

"Tingkat inflasi pada November 2018 sebesar 0,29 persen tidak begitu besar, sehingga dianggap aman," kata Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Kudus Rahmadi Agus Santoso di Kudus, Selasa.

Ia menganggap tingkat inflasi November 2019 tersebut juga masih rendah di bawah 0,3 persen.

Untuk itu, dia menganggap, tim TPID Kabupaten Kudus bagus dalam mengendalikan inflasi di daerahnya.

Pemerintah, lanjut dia, memiliki target laju inflasi 3,5 persen plus minus 1 persen.

"Artinya, jika setahun tingkat inflasinya 4,5 persen masih dianggap wajar. Akan tetapi, kami memprediksi masih jauh dari angka tersebut karena hingga bulan November laju inflasi `year on year` sebesar 2,65 persen," ujarnya.

Ia memprediksi tingkat inflasi selama setahun di Kabupaten Kudus tidak sampai 3 persen.

"Tugas BPS hanya mengevaluasi harga di pasar, sedangkan tindak lanjutnya tim TPID," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Dinas Perdagangan juga melakukan survei harga kebutuhan pokok masyarakat, sehingga cukup bagus dalam mendeteksi gejolak harga di pasaran.

Ketika ada gejolak harga di pasaran, dia memastikan, mereka juga bersikap proaktif.

"Terlebih pada bulan-bulan seperti sekarang, mendekati akhir tahun biasanya tidak terjadi gejolak harga," ujarnya.

Kegiatan rilis inflasi di Kudus, kata dia, dalam rangka ?memberitahukan kepada tim TPID tentang keadaan sebenarnya sehingga ketika ada gejolak harga mereka segera bertindak.

Sekretaris TPID Kabupaten Kudus Ali Rifai melalui Kabag Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus Dwi Agung Hartono mengungkapkan selama ini tim TPID memang secara periodik menggelar rapat koordinasi, sehingga ketika terjadi gejolak harga di lapangan langsung ditindaklanjuti.

Masing-masing anggota TPID, kata dia, juga turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan ketersediaan stok kebutuhan pokok masyarakat hingga harga jual di pasaran.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertugas dalam memantau kebutuhan pokok masyarakat, yakni Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kudus.

"Kami tentu akan merespons segera ketika ada gejolak harga maupun ketersediaan pasokan kebutuhan pokok di masyarakat guna memastikan tingkat inflasi di Kudus tetap terukur," ujarnya.

Sesuai target pemerintah, kata dia, tingkat inflasi selama setahun diharapkan tidak sampai menyentuh angka 4 persen lebih.

"Kami juga berupaya agar tidak sampai terjadi inflasi yang sangat rendah yang ditandai dengan daya beli yang rendah pula. Tentunya, hal demikian bisa berpengaruh terhadap kondisi perekonomian di Kudus," ujarnya.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar