Marie Claire Lintang hadiri kremasi Nh Dini

id Nh dini

Marie Claire Lintang hadiri kremasi Nh Dini

Sejumlah keluarga dan rekan berdoa sebelum jenazah sastrawan Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau NH Dini (82) dikremasi di Krematorium Gotong Royong, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (5/12/2018). NH Dini yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di jalan Tol Tembalang Semarang, pada Selasa sore (4/12), meninggalkan dua anak Marie Claire dan pencipta karakter kartun terkenal Minion, Pierre Louis Padang Coffin. (Foto: Aditya Pradana Putraama).

Semarang (Antaranews Jateng) - Anak pertama Nh Dini, Marie Claire Lintang bersama kerabat dan sahabat almarhumah, menghadiri kremasi novelis terkemuka tersebut di Krematorium Yayasan Sosial Gotong Royong Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu. 

Sementara itu, anak kedua almarhumah, Pierre Louis Padang Coffin, tidak bisa melayat. Menurut Lintang, adiknya tidak bisa hadir dalam kremasi karena harus menempuh perjalanan jauh dari Prancis.

"Adik saya tidak bisa mendapat penerbangan yang tepat sehingga tidak bisa bersama kita saat ini," katanya.

Mewakili adiknya, Lintang menyampaikan terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan hingga  prosesi kremasi berjalan lancar.

Lintang sempat menceritakan pertemuan terakhirnya dengan almarhum pada beberapa waktu lalu. Ia mengaku sempat menghabiskan beberapa waktu bersama almarhumah untuk berlibur. Ia juga mengaku tidak mendapat firasat aneh atas kepergian almarhumah. 

Sementara abu kremasi almarhumah, menurut dia, untuk sementara disimpan di krematorium ini sambil menunggu keputusan yang akan dibicarakan dengan adiknya.

Nh Dini tutup usai setelah mobil yang ditumpanginya terlibat dalam kecelakaan di Jalan Tol Dalam Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (4/12).

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan kecelakaan nahas tersebut terjadi di KM 10 Jalan Tol Dalam Kota Semarang.

Taksi bernomor polisi H 1362 GG yang ditumpangi korban tertabrak dengan keras dari belakang truk pengangkut bawang putih yang gagal melaju di tanjakan.


Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar