Banjir genangi empat desa di Cilacap

id banjir sidareja

Banjir genangi empat desa di Cilacap

Genangan banjir di simpang empat dekat Masjid Agung Sidareja, Rabu (5/12/2018). Banjir tersebut terjadi sejak Selasa (4/12/2018) malam akibat hujan lebat dan luapan Sungai CIbereum sehingga menggenangi empat desa di Kecamatan Sidareja, Cilacap. (Foto: Dok. Kecamatan Sidareja)

 Cilacap (Antaranews Jateng) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan sebanyak empat desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tergenang banjir akibat luapan Sungai Cibereum. 

"Hujan lebat yang terjadi pada Selasa (4/12), pukul 16.30 hingga pukul 21.30 WIB, mengakibatkan debit air sejumlah anak sungai yang bermuara di Sungai Cibereum meningkat. Akibatnya Sungai Cibereum meluap karena tidak mampu menampung air," katanya di Cilacap, Rabu.

Ia mengatakan luapan air Sungai Cibereum itu menggenangi empat desa di Kecamatan Sidareja, yakni Desa Sidareja, Gunungreja, Tegalsari, dan Sidamulya.

Menurut dia, ?banjir juga menggenangi Jalan Jenderal Soedirman, Sidareja, sepanjang 800 meter yang merupakan ruas jalan provinsi.

"Tinggi genangan air di jalan sempat mencapai kisaran 50-70 centimeter, di dalam rumah berkisar 30-50 centimeter, dan di pekarangan mencapai 100 centimeter," katanya.

Akibat kejadian tersebut, kata dia, sebanyak sembilan keluarga yang terdiri 37 jiwa mengungsi ke Aula Koramil 11/Sidareja.

Lebih lanjut, Tri Komara mengatakan pihaknya akan menyiapkan bantuan makanan untuk korban banjir termasuk perahu karet guna mengevakuasi warga jika genangan banjir meluas.

"Jumlah rumah warga yang tergenang masih didata petugas di lapangan," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Kecamatan Sidareja Aji Pramono mengatakan genangan banjir hingga Rabu (5/12) siang berangsur surut.

Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan meluas dan bertambah tinggi jika kembali terjadi hujan lebat.

"Meskipun hujannya terjadi di daerah Cipari, Wanareja, atau Majenang, wilayah Sidareja tetap berpotensi banjir karena merupakan daerah cekungan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan berdasarkan data yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, curah hujan di wilayah Cilacap dan Banyumas secara umum berkisar 301-400 milimeter dan masuk kategori tinggi.

"Akan tetapi sebagian wilayah barat Cilacap masuk kategori menengah atau berkisar 201-300 milimeter, sedangkan sebagian kecil wilayah selatan Cilacap diprakirakan berkisar 401-500 milimeter atau masuk kategori tinggi," katanya.

Sementara di wilayah pegunungan tengah Jateng seperti Purbalingga bagian utara dan sebagian Banjarnegara, kata dia, curah hujan pada bulan Desember diprakirakan lebih dari 500 milimeter sehingga masuk kategori sangat tinggi.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut terutama saat terjadi hujan lebat. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar