Menteri BUMN dorong Pemkab Batang kembangkan industri

id PLTU Batang, Menteri BUMN

Menteri BUMN dorong Pemkab Batang kembangkan industri

Menteri BUMN Rini Sumarno (kanan) didampingi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir dan Bupati Batang Wihaji berkunjung ke proyek PLTU Batang, Selasa (4/12). (Foto: Kutnadi)

Ke depan, pasokan listrik untuk di Jawa dan Bali, setelah pembangunan PLTU Batang selesai maka pasokan listrik dijamin cukup
Batang (Antaranews Jateng) - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mendorong Pemerintah Kabupaten Batang mengembangkan industri di daerah itu karena dengan dibangun proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 X 1.000 megawatt akan memberikan pasokan listrik yang cukup bagi
perusahaan-perusahaan.
     
"Ini kesempatan besar bagi Kabupaten Batang untuk memanfaatkan supaya industri dapat berkembang karena pasokan listriknya cukup sekaligus memberikan peluang kesempatan tenaga kerja bagi warga di daerah," katanya saat berkunjung ke proyek PLTU Kabupaten Batang, Selasa sore.
     
Ia mengatakan proses pembangunan PLTU memang cukup berat karena tertahan banyak hal, seperti pembebasan tanah yang mengalami banyak penolakan warga.
     
"Sebenarnya proyek ini (PLTU, red.) sudah diproses jauh lama sebelum Bapak Presiden Joko Widodo memimpin. Akan tetapi karena saat itu (pembangunan PLTU, red.) banyak tertahan banyak hal maka Presiden berkunjung ke Jepang dan dilakukan penandatangan dengan Bhimasena Power Indoensia (BPI) dan J. Power untuk meneruskan pembangunannya (PLTU)," katanya.
     
Kendati demikian, kata dia, setelah melalui proses pembangunan yang cukup berat, progres pembangunannya cukup membanggakan, yaitu mencapai 63 persen.
     
"Kami menerima laporan dari Direktur (BPI) pada 2019, sebanyak 1.000 megawatt rencananya pada Oktober 2019 sudah bisa 'testing' (diujicobakan) operasional untuk Jawa dan Bali," katanya.  
     
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir mengatakan sesuai program Presiden Jokowi yang ingin menyediakan pasokan listrik 35 ribu megawatt, Kabupaten Batang salah satu daerah yang masuk pada program itu.
     
"Alhamdulillah progres PLTU Batang kini sudah mencapai 63 persen. Semoga pada 2020, (pasokan listrik, red.) 1.000 megawatt sudah masuk karena persiapan sudah jadi baik jetty dan transmisi. Karena itu, kita tidak perlu khawatir di Jawa akan kekuarangan pasokan listrik, pasti akan cukup" katanya. 
     
Ia mengatakan untuk kebutuhan listrik di Jawa diperkirakan mencapai sekitar 13 ribu megawatt.
     
"Ke depan, pasokan listrik untuk di Jawa dan Bali, setelah pembangunan PLTU Batang selesai maka pasokan listrik dijamin cukup," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar