Sebelum dikremasi, jenazah bos PT Batik Keris disamayamkan di pabrik

id Pemilik batik keris

Sebelum dikremasi, jenazah bos PT Batik Keris disamayamkan di pabrik

Jenazah pemilik PT Batik Keris Solo Handianto Tjokrosaputro di Rumah Duka Thiong Ting (Foto: Aris Wasita)


     Solo (Antaranews Jateng) - Jenazah pemilik PT Batik Keris Solo Handianto Tjokrosaputro dibawa keliling pabrik untuk terakhir kalinya sebelumnya akhirnya dikremasi di Rumah Duka Thiong Ting Solo.

Menurut adik ipar, Sumartono Hadinoto di Solo, Sabtu, Handianto meninggal pada usia 57 tahun setelah sempat dirawat di Farrer Park Hospital Singapura.

Adapun, jenazah Handianto sampai di Bandara Adi Soemarmo Surakarta sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, sesuai dengan keinginan istri, jenazah Handianto diantarkan berkeliling ke pabrik Batik Keris untuk selanjutnya dibawa ke Thiong Ting.

Sumartono mengatakan sebagai prosesi pelepasan jenazah, pada Rabu (5/12) akan ada prosesi malam kembang. Selanjutnya, pada Kamis (6/12) baru akan dikremasi.

"Ini sesuai dengan tradisi kami. Budayanya ganjil, 3 hari, 5 hari, dan 7 hari, jadi kremasi dilakukan Kamis," katanya.

Meski enggan menjelaskan secara rinci penyebab meninggalnya Handianto, Martono mengatakan kondisi kesehatan sang kakak ipar sempat membaik setahun belakangan ini.

"Sebetulnya sudah membaik, tetapi tiga bulan lalu kambuh lagi dan akhirnya dibawa berobat ke Singapura," katanya.

Martono mengatakan mendiang Handianto meninggalkan satu istri dan dua anak. Pada saat hidupnya, Handianto meneruskan usaha Batik Keris milik orang tuanya dengan dibantu ibu dan anak-anaknya.

Salah satu anaknya Elvina Tjokrosaputro saat ini mulai meneruskan jejak ayah dan kakeknya dengan mendirikan usaha batik dengan merek dagang "Bateeq".
Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar