Wali Kota Semarang pastikan perbaikan akses relokasi PKL

id banjir kanal

Wali Kota Semarang pastikan  perbaikan akses relokasi PKL

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang Iswar Aminuddin saat meninjau pembangunan tempat relokasi bagi PKL terdampak normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang, Rabu (10/10). (Foto: Dok Humas Setda Kota Semarang)

Semarang (Antaranews Jateng) - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan perbaikan akses menuju tempat relokasi pedagang kaki lima (PKL) Barito di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang.
     
"Saya apresiasi 'sedulur-sedulur' PKL sudah mau secara membangun kios," katanya, saat "boyongan" PKL Karangtempel dari bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang akrab disebut kawasan Barito Semarang, Kamis.
     
Menurut dia, sekarang ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang masih melakukan pengaspalan untuk akses jalan menuju relokasi tersebut sehingga bisa memperlancar kegiatan perdagangan.
     
Hendi, sapaan akrab politikus PDI Perjuangan itu mengakui masih adanya kekurangan, seperti ketersediaan listrik, air bersih, dan sebagainya, tetapi sesegera mungkin akan dipenuhi karena sangat bersifat pokok.
     
"Untuk penganggarannya, kami pastikan di anggaran (APBD Kota Semarang, red.) 2019. Kalau konsepnya mandiri 100 persen dari PKL Barito Karya Mandiri," kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.
     
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengerjakan proyek normalisasi Sungai BKT untuk penanggulagan rob dan banjir di wilayah Semarang.
     
Seiring dengan itu, ribuan PKL yang selama ini menempati bantaran Sungai BKT Semarang harus direlokasi yang telah ditentukan di sejumlah titik, seperti kawasan MAJT dan Pasar Klithikan Penggaron.
     
Pasar Klithikan Penggaron atau disebut juga Pasar Barito Baru kini sudah mulai banyak ditempati PKL dari bantaran Sungai BKT, termasuk sebagian PKL Karangtempel yang baru saja melakukan "boyongan".
     
Sebagian PKL Karangtempel lainnya ditempatkan di kawasan MAJT Semarang yang berdekatan dengan Lapak Sementara Pasar Johar yang menjadi tempat relokasi pedagang Pasar Johar pascakebakaran.
     
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menargetkan relokasi PKL dari bantaran Sungai BKT bisa rampung secara keseluruhan pada pertengahan Desember 2018.
     
Ia berterima kasih kepada para pedagang yang dengan kesadarannya bersedia pindah ke tempat relokasi yang sudah disediakan sehingga memperlancar proyek normalisasi sungai yang tengah dikerjakan.
     
Dari pemerintah, kata dia, menyediakan lahan untuk relokasi bagi para PKL, termasuk infrastruktur pendukungnya, sementara pembangunan lapak dan kios dilakukan secara swadaya oleh para pedagang.
     
"Pertengahan Desember nanti sudah selesai semua (relokasi PKL, red.). Ini Karangtempel, PKL Bugangan dan Rejosari juga sudah siap pindah," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar