Situasi kondusif, lingkungan kerja di Jateng terbaik se-Indonesia

id penghargaan Kemenaker

Situasi kondusif, lingkungan kerja di Jateng terbaik se-Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada acara Penganugerahan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan 2018. (Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)

Semarang (Antaranews Jateng) - Kementerian Ketenagakerjaan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena situasi kondusif lingkungan kerja di Jateng menjadi yang terbaik jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

Siaran pers yang diterima di Semarang, Senin, Jateng berhasil mengungguli 34 provinsi lain di Indonesia dengan Indeks Prestasi Ketenagakerjaan (IPK) tertinggi dari kategori situasi kondusif lingkungan kerja.

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Penganugerahan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan 2018 di kantor Kemenaker.

Dalam acara tersebut, Provinsi Jateng juga dinobatkan sebagai terbaik ketiga nasional sebagai Provinsi Dengan Urusan Ketenagakerjaan Besar.

"Penghargaan ini sebenarnya kerja kolektif dari kami pemerintah, pengusaha dan buruh di Jateng. Tentu pertimbangan dan penilaian yang diberikan merupakan apresiasi kepada mereka atas kerja sama yang baik ini, kami pemerintah hanya fasilitator saja," kata Ganjar usai menerima penghargaan.

Disinggung terkait strategi ke depan untuk memperbaiki indikator lain dalam indeks pembangunan ketenagakerjaan, Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan jika sebenarnya caranya mudah dan sederhana yakni hanya tinggal mengkomunikasikan saja agar semuanya berjalan lancar.

"Kalau semuanya `clear`, semua berjalan baik, kondisi lingkungan dijelaskan dengan baik, harapan mereka terakomodasi. Dengan interseksi diantara kepentingan masing-masing pasti iklim ini akan tercipta kondusif, tinggal saat ini kami musti mengkatrol yang kurang dan menjadikan satu contoh yang sukses agar saling belajar," ujarnya.

Sementara itu, Menaker Hanif Dhakiri dalam kesempatan itu mengatakan, penghargaan-penghargaan yang diberikan itu merupakan wujud apresiasi negara kepada daerah yang telah berprestasi dalam pembangunan ketenagakerjaan.

"Ada 19 kategori penghargaan yang diserahkan Kementerian Ketenagakerjaan kepada 13 pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian pembangunan ketenagakerjaan di masing-masing daerah," kata Hanif.

Pihaknya mengapresiasi para kepala daerah yang mendapatkan penghargaan dalam acara itu dan kedepan, Indeks Prestasi Ketenagakerjaan diharapkan bisa menjadi barometer untuk pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Hanif menegaskan bahwa pemerintah ke depan akan semakin fokus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena SDM yang terampil menjadi kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"SDM juga harus melek teknologi. Jika SDM di Indonesia melek teknologi, maka ekonomi kita bisa tumbuh hingga 7 persen," ujarnya.

Menaker menambahkan, pembangunan ketenagakerjaan selama empat tahun terakhir menunjukan kemajuan yang cukup baik. Hal itu terlihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 67,26 persen, tingkat pengangguran berada yang rendah yakni 5,34 persen, serta tingkat pekerja yang bekerja sektor formal mencapai 43,16 persen.

"Karena itu, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia sebagaimana hasil riset McKinsey Global Institute yang meramalkan Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada 2030," kata Hanif.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar