Kembali dibuka, jumlah pendaki ke Merbabu Boyolali meningkat

id Pendaki ke puncak Merbabu terus meningkat

Kembali dibuka, jumlah pendaki ke Merbabu Boyolali meningkat

Sejumlah pendaki sedang melakukan perjalanan dari puncak Gunung Merbabu menuju base camp pintu pendakian di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (Antaranews Jateng) - Jumlah pendaki ke puncak Gunung Merbabu melalui pintu pendakian di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, terus mengalami peningkatan.

Aktivitas pendakian ke puncak Merbabu sejak dibuka oleh pihak pengelola Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), pada 1 November 2018 hingga sekarang terus ramai dikunjungi pengunjung," kata Joko Purnomo (32) salah satu petugas sukarelawan Gunung Merbabu, di Base Camp pendakian Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Kamis.

Menurut Joko Purnomo, jumlah pengunjung pada pekan pertama ada sekitar 300 hingga 400-an pendaki, dan pekan kedua meningkat mencapai sekitar 600 orang, tetapi pekan ini, diperkirakan sedikit berkurang menjadi sekitar 500 orang. Hal ini, karena dampak mulai turun hujan di kawasan lereng Merbabu.

"Jumlah pengunjung pekan ini, diperkirakan berkurang karena sudah mulai ada hujan. Pendaki pekan ini, mencapai 500 orang," kata Joko Purnomo.

Kendati demikian, pihaknya yang tergabung sukarelawan Merbabu di Selo itu, memperkirakan pendaki mencapai puncaknya saat menyambut malam Tahun Baru 2019 bisa mencapai ribuan orang. Seperti, pengalaman tahun sebelumnya jumlah pendaki ke puncak Merbabu bisa mencapai 2.000-nan orang.

Bahkan, Gunung Merapi yang rute pendakiannya melalui Desa Lencoh Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali hingga sekarang masih ditutup untuk umum, sehingga mereka akan mengalihkan ke Merbabu.

Kendai demikian, pihaknya mengimbau para pendaki agar tetap waspada pada musim hujan saat ini, karena sering terjadi cuaca ekstrem di lereng gunung yang tingginya sekitar 3.142 meter di atas permukaan air laut.

"Saya sarankan pendaki jika terjadi cuaca ekstrem lebih baik tidak melanjutkan perjalanan terlebih dahulu ke puncak. Hal ini, untuk selalu menjaga keselamatan jiwa yang paling utama. Pendaki juga bisa menjaga kebersihan, kesopanan, dan kekompakan bersama timnya," katanya.

Kepala Subag Tata Usaha BTNGMb, Johan Setiawan, sebelumnya mengatakan penutupan sementara jalur pendakian bagi pengunjung di Gunung Merbabu tersebut selama satu bulan, untuk pemelihaan karena jalur pendakian kondisinya cukup parah, licin. dan membahayakan para pendaki.

"Penutupan jalur pendakian Gunung Merbabu karena melihat kondisi jalur yang rusak sehingga dapat membahayakan pengunjung yang ingin melihat pemandangan pegunungan di puncak Merbabu," kata Johan.

Pihaknya melihat jalur pendakian cukup parah, dan jalan bertingkat juga banyak yang longsor tergerus, serta kondisinya licin. Penutupan jalur pendakian Merbabu hanya selama satu bulan untuk pemeliharaan atau pemulihan kawasan agar lebih aman bagi para pendaki. 
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar