DPRD Semarang minta sistem parkir berlangganan disiapkan matang

id parkir

DPRD Semarang minta sistem parkir berlangganan disiapkan matang

Ilustrasi parkir (Foto: Aris Wasita)

  
Semarang  (Antaranews Jateng) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengingatkan sistem parkir berlangganan yang segera diterapkan harus disiapkan secara matang.

"Banyak instrumen yang harus disiapkan secara komprehensif karena jelas tidak mudah," kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto di Semarang, Kamis.

Ia menjelaskan sistem parkir berlangganan membutuhkan proses peralihan kebiasaan juru parkir yang tadinya mencari uang sendiri menjadi digaji oleh Pemerintah Kota Semarang.

Pengelolaan parkir, khususnya di Kota Semarang, selama ini melibatkan mata rantai yang panjang dan kompleks, utamanya dalam perputaran uang hasil penarikan parkir.

"Juru parkir tidak dapat lagi uang secara langsung, tetapi digaji Pemkot Semarang. Ini jelas perlu adaptasi secara teknis dan psikologis," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Kemudian, bagaimana mengatur keterlibatan pihak swasta yang selama ini mengatur pengelolaan parkir agar tidak terjadi keributan, apalagi sampai terjadi aksi premanisme.

"Pengelolaan parkir ini di lapangan memiliki permasalahan kompleks dan rentan konflik. Perlu dikomunikasikan secara baik agar muncul solusi yang sama-sama menguntungkan," katanya.

Tak hanya itu, kata dia, pembayaran parkir berlangganan yang nantinya akan digabungkan dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor juga perlu dikaji karena melibatkan pemerintah provinsi.

"Pajak kendaraan kan dikelola Pemerintah Provinsi Jateng. Artinya, retribusi parkir berlangganan nanti menumpang di situ. Jadi, nanti masuk pendapatan provinsi," katanya.

Pemprov Jateng, lanjut dia, perlu menghitung kembali retribusi parkir berlangganan yang masuk tersebut sebelum kemudian dimasukkan ke Kas Daerah Kota Semarang.

"Nanti bisa dianggap sebagai bantuan keuangan dari pemprov, bukan retribusi parkir. Makanya, rantai pengelolaan sistem keuangan parkir berlangganan ini tidak semudah yang dibayangkan," katanya.

Jadi, Wachid mengatakan Dinas Perhubungan untuk melengkapi instrumen-instrumen yang dibutuhkan, termasuk antisipasi terhadap potensi permasalahan yang mungkin terjadi.

"Bagaimana rambu-rambunya, mesin parkir meter, kesiapan petugas parkirnya, termasuk sistem dan anggaran penggajian petugas parkir. Semua harus disiapkan secara matang," katanya.
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar